JAYAPURA, KOMPAS.com — Juru Bicara SPSI PT Freeport Indonesia Juli Parorongan menegaskan, aksi mogok kerja yang dilakukan oleh sekitar 5.000 pekerja perusahaan tersebut murni untuk menuntut peningkatan kesejahteraan. Pemogokan itu, kata Juli, tidak punya kaitan apa pun dengan dinamika politik lokal.
"Para pekerja tidak tahu-menahu soal politik. Dan, mereka juga tidak ingin aksi itu dipolitisasi," kata Juli, Selasa (29/11/2011) di Jayapura.
Bagi para pekerja, tuntutan mereka adalah perbaikan kesejahteraan. Hingga saat ini, sebagian pekerja PT Freeport Indonesia masih mogok kerja.
Pekerja diwakili SPSI PT Freeport Indonesia menuntut agar upah pokok mereka dinaikkan hingga 7,5 dollar AS per jam. Tuntutan itu hingga kini belum dapat dipenuhi oleh manajemen Freeport.
Menurut Juru Bicara PT Freeport Indonesia Ramdani Sirait, beberapa waktu lalu, manajemen menawarkan kenaikan upah sebesar 35 persen. Hingga saat ini belum ada kesepakatan antara kedua pihak mengenai persoalan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang