Konflik antarwarga

Warga Hanya Ingin Terbebas dari Kerbau Liar

Kompas.com - 29/11/2011, 21:43 WIB

BREBES, KOMPAS.com — Warga Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hanya berharap agar sawah-sawah mereka terbebas dari serangan kerbau liar. Mereka sebenarnya tidak ingin bertikai dan berkonflik dengan warga Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes.

Hal itu disampaikan Kepala Desa Songgom, Sujai, Selasa (29/11/2011) malam, menyusul memanasnya konflik antara warga Desa Songgom dan Desa Pamulihan.

Konflik yang bermula dari serangan kerbau liar milik warga Desa Pamulihan pada sawah warga Desa Songgom tersebut nyaris menimbulkan tawuran warga.

Pada Selasa siang, ratusan warga Desa Pamulihan bersiap menyerang warga Desa Songgom, dengan menggunakan senjata tajam, seperti parang, arit, dan golok. Mereka menuduh warga Songgom telah membunuh beberapa kerbau liar milik warga Pamulihan.

Di lokasi lain, ratusan warga Desa Songgom juga berkumpul di pinggir jalan desa mereka.

Menurut Sujai, warga Desa Songgom tidak pernah berniat menyerang warga Pamulihan. Mereka memang pernah berkumpul di jalan pinggir desa hanya untuk berjaga-jaga dan membela diri, apabila warga Pamulihan benar-benar datang dan menyerang desanya.

"Sampai saat ini emosi warga masih terkendali karena harapan warga hanya ingin agar persoalan kerbau liar diselesaikan," ujarnya.

Selama ini, akibat serangan kerbau liar, warga sering mengalami gagal panen. Apabila ingin terhindar dari serangan kerbau, mereka harus menunggui sawah setiap malam sehingga terpaksa mengorbankan waktu berkumpul bersama keluarga. Padahal, kondisi itu sudah berlangsung sejak 1982.

Kepala Desa Pamulihan Madris mengatakan, pihaknya  berusaha untuk terus menenangkan dan meredam emosi warga.

Menurut dia, selain isu pemotongan kerbau, emosi warga memanas diduga karena beberapa hari lalu sejumlah warga Desa Pamulihan sempat dihadang oleh warga Desa Songgom saat melintas di desa itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau