Pertanian

Pemakaian Pupuk Organik

Kompas.com - 29/11/2011, 21:48 WIB

MADIUN, KOMPAS.com - Kesadaran petani untuk mengimplementasikan pola pemupukan yang berimbang guna mengembalikan kesuburan tanah dan meningkatkan hasil produksi, di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, meningkat.

Bersamaan dengan itu, perilaku petani juga berubah. Mereka tidak lagi tergantung pada pupuk anorganik, melainkan beralih menggunakan pupuk organik.

Fenomena itu setidaknya terpotret dari pantauan lapangan selama musim tanam penghujan 2011, yang berlangsung sejak awal November 2011.

Banyak manfaat yang diperoleh petani. Selain hemat biaya pembelian pupuk, tanah yang sebelumnya jenuh akibat pencemaran pupuk anorganik atau juga disebut pupuk kimia, berangsur pulih dan diharapkan menjadi subur.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kabupaten Madiun, Suharno, Selasa (29/11/2011), mengatakan, sudah lebih dari 60 persen petani yang melakukan pola pemupukan berimbang. Sebelumnya, baru 20 persen petani yang menerapkannya.

Pemupukan berimbang merupakan metode pemberian pupuk, sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.

Di Madiun, kebutuhan pupuk satu kecamatan dengan kecamatan lain berbeda, sesuai dengan kondisi tanah. Sebagai gambaran, di Kecamatan Wonoasri misalnya, penggunaan pupuk phonska lebih dominan dibandingkan urea. Areal sawah di kecamatan itu minim kandungan unsure Nitrogen, Phospat, dan Kalium.

Sedangkan di wilayah Madiun selatan yang kondisi demografinya dataran tinggi, petani padi lebih dominan menggunakan SP (Super Phospate) -36. Kandungan phospat di kawasan itu sangat dominan yakni 46 persen.

Pergeseran perilaku petani dalam pemupukan dibenarkan oleh Distributor Petrokimia Gresik di Kecamatan Wonoasri Koperasi Unit Desa Sri Mulyo. 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau