Sarana lalu lintas

Susahnya Menyeberang di Jalan Margonda

Kompas.com - 29/11/2011, 23:12 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Jalan Margonda, Kota Depok, sepanjang lima kilometer hanya memiliki dua jembatan penyeberangan. Padahal, kawasan ini tumbuh menjadi pusat perdagangan dan jasa.

Di jalan itu pun terdapat dua kampus besar, yaitu Universitas Gunadarma dan Universitas Indonesia (UI).

Pada Selasa (29/11/2011) ini, rambu penyeberangan jalan di depan Balaikota Depok tidak berfungsi. Akibatnya, penyeberang jalan harus menunggu paling tidak sampai lima menit sebelum menyeberang.

Meski tanpa jembatan penyeberangan orang, rambu penyeberangan tersebut cukup membantu pengguna jalan. "Rambu penyeberangan itu sudah mati dua bulan lalu. Menyeberang di Jalan Margonda ngeri, harus awas melihat pengguna kendaraan lain dan pejalan kaki," kata Yulistio Pratomo, pekerja swasta di Depok.

Jalan Margonda adalah jalan paling rawan terjadi kecelakaan lalu lintas, selain Jalan Raya Parung Ciputat dan Jalan Raya Bogor. Ketiga jalan tersebut mempunyai kemiripan kondisi, jalannya lurus sedikit belokan.

Pemkot Depok saat ini mulai menata kawasan ini dengan membangun taman di sisi tengah. Sayangnya, rencana pembuatan jembatan penyeberangan orang baru direalisasikan pada tahun 2012.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Depok, Khamid Wijaya, pernah menyampaikan akan dibangun tujuh jembatan penyeberangan orang di Margonda.

Tidak hanya itu, seluruh bangunan yang saat ini berada di bibir jalan diminta mundur 10 sampai 15 meter. Bahkan, bangunan yang tidak mungkin mundur lagi akan dibeli untuk ruang terbuka dan panggung iklan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau