Polri Belum Beri Izin Liga Super Indonesia

Kompas.com - 29/11/2011, 23:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Polri hanya memberi izin gelar pertandingan sepak bola melalui lembaga resmi. Jika ada organisasi olahraga yang akan menyelenggarakan kegiatan pertandingan, diharapkan izin diajukan melalui lembaga yang resmi.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution di Jakarta, Selasa (29/11/2011). "Polri memberi izin pertandingan kepada lembaga resmi," kata Saud.

Polri, lanjut Saud, tidak memberi izin pertandingan olahraga yang digelar organisasi olahraga yang tidak diakui secara resmi.

"Liga Super resmi atau tidak? Kalau enggak, ya enggak diberi izin," katanya.

Seperti diberitakan, Ketua Harian Badan Olahraga Profesional Indonesia Haryo Yuniarto menyatakan, Indonesia Super League (ISL) adalah kompetisi legal.

Hal itu bertolak belakang dengan pernyataan PSSI, yang menyebut kompetisi yang diselenggarakan PT Liga Indonesia tersebut merupakan kompetisi yang liar atau ilegal.

"Kompetisi Indonesia Super League (ISL) dinyatakan legal, selama mendapat rekomendasi dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), dan kami akan mengeluarkan rekomendasi tersebut," ujarnya dalam konferensi pers di kantor BOPI, Selasa (29/11/2011).

Haryo kemudian mengklarifikasi pemberitaan media, yang menyebut BOPI melarang PT Liga Indonesia untuk menggelar kompetisi seperti yang tercantum dalam surat keputusan (SK) yang dikeluarkan 5 November lalu.

SK itu, kata Haryo, tidak membatasi sebuah organisasi untuk menyelenggarakan kompetisi sepak bola profesional. "SK tersebut tidak membatasi sama sekali. SK tersebut tidak menyebut PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai satu-satunya yang berhak menggelar menyelenggarakan kompetisi cabang sepak bola profesional," kata Haryo.

"Diharapkan, PT Liga Indonesia melakukan koordinasi dengan LPIS untuk menyelenggarakan kompetisi cabang sepak bola profesional. Kita punya Undang-undang Olahraga yang menyebut tidak ada diskriminasi," lanjutnya.

BOPI pun menyatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono dan CEO PT LPIS Widjajanto.

BOPI juga sudah bertemu dengan Sekretaris Jenderal PSSI Tri Goestoro untuk mempertemukan mereka dengan klub-klub.

"Dalam waktu dekat kami akan memanggil Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Rencananya kita juga akan mempertemukan PSSI dengan klub," kata Haryo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau