Infrastruktur

Kementerian PU Segera Audit Jembatan Besar

Kompas.com - 30/11/2011, 09:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera mengaudit jembatan bentang panjang yang ada di seluruh Indonesia. Audit ini sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan pemerintah mencegah bencana jembatan rubuh, pasca runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur Sabtu  (26/11/2011) lalu.

"Kami akan audit jembatan besar yang kami nilai sudah kritis kondisinya. Akan diaudit di 7 jembatan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU Djoko Murjanto, di Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Namun, Murjanto menyebut, belum ditetapkan jembatan mana saja yang akan diaudit. Pasalnya, pihak Kementerian PU, dalam hal ini Litbang dan Bina Marga masih perlu mengamati kondisi jembatan yang kritis, kemudian mengevaluasinya dan mengunjungi langsung ke lapangan.

Mengenai waktu audit, Murjanto memastikan, akan dilakukan di akhir tahun ini. Audit hanya melibatkan pihak Kementerian PU saja, tetapi tidak menutup kemungkinan akan mengikutsertakan Pemerintah Daerah setempat karena merekalah yang mengetahui trafiknya.

Sementara itu, terkait penyebab Jembatan Kutai Kartanegara yang rubuh, Murjanto menjelaskan, hingga saat ini belum ditemukan karena masih dalam tahap investigasi. "Tim investigasi masih melakukan pengecekan dan tes-tes terhadap material atau komponen jembatan yang rubuh tersebut," ungkapnya.

Mengenai apakah Kementerian PU akan memanggil kontraktor pembuat jembatan, yaitu PT. Hutama Karya, Murjanto menuturkan, tidak akan dilakukan karena kontraktor tersebut sudah bergabung bersama tim untuk menyelidiki penyebab rubuhnya jembatan.

Sementara Menteri BUMN, Dahlan Iskan menegaskan, sejauh ini pihak Kementerian BUMN tidak memanggil kontraktor untuk memberikan penjelasan. Dia bilang, pemanggilan menunggu hasil penyelidikan di lapangan yang sedang berlangsung hingga saat ini. "Kita tunggu hasil penyelidikan, kalau memang Hutama Karya salah membangun, mereka harus bertanggung jawab," katanya.

Dahlan menyambut baik akan dilakukannya audit jembatan besar (jembatan bentang panjang) lainnya oleh Kementerian PU. Menurutnya, hal itulah yang seharusnya dilakukan terutama jembatan yang berada di jalur Mahakam.

"Itu ada satu lagi jembatan seperti itu, kalau itu juga ambruk, habislah Kaltim. Dulu jembatan itu pernah ke senggol kapal, saya kira sudah diamankan. Saya kira wajar saja menteri PU melakukan hal tersebut," imbuhnya. (Rika Panda/Kontan)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau