Sidang perdana nazaruddin

KPK Tunggu Fakta Baru Terungkap di Persidangan

Kompas.com - 30/11/2011, 10:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan suap wisma atlet dengan tersangka Muhammad Nazaruddin memasuki babak baru. Pagi ini, Rabu (30/11/2011) Nazaruddin menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta sebagai pesakitan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, M Jasin mengatakan, pihaknya akan menjadikan fakta persidangan yang muncul sebagai bahan penyelidikan kasus lain Nazaruddin.

"Kita lihat saja pengakuan dia dalam persidangan, sambil menunggu hasil pengembangan penyelidikan kasus MNZ (Muhammad Nazaruddin) di proyek-proyek yang lain," kata Jasin melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Rabu.

Seperti diketahui, Nazaruddin diduga terlibat dalam lebih dari 31 kasus yang nilai total proyeknya mencapai Rp 6 triliun. Kasus-kasus yang diduga melibatkan Nazaruddin antara lain, kasus pengadaan alat bantu laboratorium lima universitas di Kementerian Pendidikan Nasional 2010, dan proyek revitalisasi sarana serta prasarana pendidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK) di Kementerian Pendidikan Nasional tahun anggaran 2007. Kasus-kasus tersebut memasuki tahap penyelidikan di KPK.

Wakil Ketua KPK Haryono Umar mengatakan, pihaknya berharap ada fakta-fakta baru yang terungkap dalam persidangan Nazaruddin. Tentunya, kata Haryono, KPK akan mengembangkan fakta tersebut.

"Nazaruddin silakan bicara memberikan informasi apapun asal sesuai fakta," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu.

Haryono juga mengatakan, jaksa KPK telah menyusun dakwaan yang kuat atas Nazaruddin. Dia berharap, semua dakwaan tersebut dapat dibuktikan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau