JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait dengan kesiapan Jakarta menghadapi bencana banjir, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, tiap tahun terus meningkatkan kesiagaannya. Kendati demikian, dia menekankan bahwa keterlibatan semua pihak baik pemerintah sampai masyarakat merupakan hal utama dalam penanggulangan bencana.
"Semua tahu Jakarta adalah daerah rawan bencana, khususnya banjir. Langkah persiapan sudah ditempuh sejak awal. Prinsipnya sekarang adalah sinergi yang baik," kata Foke, seusai Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Banjir Tahun 2011, di Silang Monas, Jakarta, Rabu (30/11/2011).
Menurut Foke, sinergi yang baik dari unsur masyarakat dan pemerintah adalah penentu keberhasilan untuk mengantisipasi bencana. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki bulan Desember hingga Februari tahun depan.
"Menurut BMKG, Jakarta pada bulan Desember hingga paruh pertama bulan Februari masuk puncak curah hujan," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo.
Meski begitu, masih berdasarkan pantauan BMKG, tekanan udara Jakarta hingga saat ini tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun dia mengimbau warga Jakarta tetap waspada dan tidak lengah mengingat analisis tajam mengenai datangnya bencana seperti banjir atau puting beliung baru muncul tiga hari sebelum kejadian.
"Kembali lagi, kondisi cuaca tidak dapat diprediksi begitu saja. Tetap waspada adalah jalan terbaik," ungkapnya.
Berbagai sarana penyelamatan bencana seperti perahu karet, mobil rescue, helikopter, truk sampah, pompa penyedot air, truk sampah dan lain-lain sudah siap sedia. Personel dari masing-masing dinas terkait, LSM, dan Tim SAR juga diturunkan untuk menghadapi terjadinya banjir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang