Polisi Vietnam Tangkap Pembalap Liar dengan Jala

Kompas.com - 30/11/2011, 11:26 WIB

THANH HOA, KOMPAS.com — Beginilah cara Kepolisian Kota Thanh Hoa, Vietnam, menangkap biker yang ugal-ugalan atau pembalap liar yang sedang beraksi di jalanan. Mereka menggunakan jaring atau jala untuk menjerat pengendara sepeda motor yang ngebut dengan ugal-ugal.

Jaring yang digunakan juga bukan sembarangan. Alat penangkap ikan ini dimodifikasi dengan benang tambahan dan ikatan batu pada ujung-ujungnya. Dengan cara ini, bila biker yang sedang kebut-kebutan melintas dan tak bisa tertangkap dengan jaring, maka batu dilemparkan ke arah ban yang mengakibatkan jaring melilit roda. Akibatnya, biker harus menghentikan sepeda motornya.

Menurut Vietnamnet.vn, tindakan ala film "Batman" ini bukan hanya dilakukan oleh  kepolisian setempat, melainkan juga 150 penjaga malam di seluruh kota Thanh Hoa. Aksi balapan liar yang kerap terjadi di jalan umum dinilai mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain.

Penggunaan jaring ini ternyata mendapat reaksi pro dan kontra dari masyarakat. Mereka yang terganggu oleh ulah biker memberi dukungan. Sebaliknya, tak sedikit pula yang menentang karena menganggapnya terlalu berbahaya.

Menurut catatan pihak berwenang, jumlah korban akibat "senjata" baru kepolisian Vietnam ini terhitung minim. Hanya tercatat beberapa luka ringan karena biker yang terjaring tetap memaksa kabur.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau