Kasus pelecehan seksual

Otto: Jaksa Perlu Teliti Putusan Sebelum Ajukan Kasasi

Kompas.com - 30/11/2011, 14:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Anand Krishna, Otto Hasibuan, menilai jaksa kurang teliti dalam menilai putusan bebas yang diberikan hakim dalam kasus pelecehan seksual dengan terdakwa Anand Krishna. Karena itu, Otto beranggapan pengajuan kasasi kasus ini oleh pihak kejaksaan sebagai pertimbangan yang kurang obyektif.

"Jaksa seharusnya meneliti lebih dahulu putusan bebas dari hakim karena hakim sudah memutuskan berdasarkan fakta persidangan. Tidak ada saksi yang membenarkan laporan korban," kata Otto Hasibuan kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Dia menjelaskan, selama proses persidangan berlangsung tidak ditemukan bukti adanya tindak pelecehan seksual yang dilakukan Anand Krishna. Satu-satunya saksi yang disebut korban Tara Pradipta Laksmi menyaksikan adanya pelecehan seksual adalah Maya Safira Mochtar. Namun, dalam kesaksiannya, Maya mengaku tidak pernah melihat peristiwa itu.

"Itu artinya tidak ada saksi untuk membuktikan adanya pelecehan yang dilakukan Pak Anand," urai Otto.

Presiden Peradi ini meminta pihak Kejaksaan Tinggi dan Jaksa Agung bisa meneliti putusan bebas yang hakim Albertina Ho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2011) lalu. "Supaya bisa memberikan pertimbangan obyektif kepada jaksa sebelum mengajukan kasasi," kata Otto.

Otto menilai, tidak ada kekeliruan atau penyimpangan dalam putusan hakim. Justru, jaksa yang terkesan memaksakan kasasi untuk memperpanjang kasus ini atau sekadar memenuhi prosedur hukum.

"Jangan membiarkan nasib orang terkatung-katung," kata Otto mengingatkan.

Pihak kejaksaan, sebagaimana dinyatakan Kajari Jaksel Mashyudi, Selasa (29/11/2011) kemarin telah mengajukan kasasi atas vonis bebas kepada Anand Krishna yang diberikan majelis hakim yang diketuai Albertina Ho. Pihak kejaksaan, kata Masyhudi sedang menunggu putusan untuk segera menyusun memori kasasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau