Bank Mandiri Luncurkan E-Toll Card Non-Stop

Kompas.com - 30/11/2011, 17:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri bersama Jasa Marga mengembangkan layanan transaksi pembayaran jalan tol dengan meluncurkan layanan e-Toll Card Non Stop. Dengan layanan ini, pengguna kartu e-Toll tidak perlu berhenti dan membuka kaca mobil. Layanan ini baru dapat dilakukan di Gardu Tol Otomatis Cililitan dan Cengkareng. Nantinya, e-Toll Non Stop akan dikembangkan di seluruh gerbang tol pada tahun 2012.

"Kami berharap langkah ini dapat mendukung kelancaran transaksi pembayaran jalan tol, sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi tingkat kemacetan dan potensi kerugian yang terjadi akibat pembayaran tol secara manual," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, dalam acara peluncuran e-Toll Card Non Stop, di Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Pada layanan ini, pengemudi hanya perlu melintasi gerbang tol dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Setelah terdengar bunyi "bip-bip" di perangkat on board unit (OBU) yang terpasang di kaca depan, maka palang pintu gardu tol pun akan terbuka dan transaksi selesai.

Hingga Oktober 2011, jumlah kartu Mandiri prabayar e-Toll Card mencapai 420 ribu kartu. Ini naik 150 persen dari Oktober tahun lalu. Sementara transaksi tumbuh 117 persen pada rentang waktu yang sama. Zulkifli pun berharap, jumlah kartu mandiri prabayar e-Toll Card yang diterbitkan pada tahun depan bisa tumbuh 144 persen, dengan kenaikan jumlah transaksi mencapai 55 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau