Kapan Pendidikan Seks Masuk Kurikulum?

Kompas.com - 30/11/2011, 18:26 WIB

Kompas.com - Penyakit HIV/AIDS meski belum bisa disembuhkan namun bisa dicegah. Sayangnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini masih rendah sehingga masih banyak yang percaya pada berbagai mitos yang salah.

Dalam hasil riset Sexual Wellbeing Global Survei yang dilansir Durex di Jakarta (30/11) terungkap 82 persen orang Indonesia membutuhkan informasi yang benar mengenai penyakit HIV/AIDS. Survei dilakukan secara global dengan melibatkan 1.015 orang di Indonesia.

Pengetahuan akan reproduksi dan pendidikan seks yang sehat menurut dr.Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, seharusnya dimasukkan dalam kurikulum sekolah "Mungkin bisa dimulai dengan ekstra kurikuler pendidikan seks dulu, baru perlahan masuk jadi kurikulum resmi," ungkapnya dalam jumpa pers di Jakarta.

Ia menjelaskan pendidikan seks yang wajib dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan adalah pengetahuan seputar sistem reproduksi, bahaya seks bebas, serta resiko penularan penyakit-penyakit kelamin termasuk herpes, maupun informasi mengenai HIV/AIDS.

"Tidak perlu takut memasukkan pendidikan seks ke dalam kurikulum, karena belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa pendidikan seks menyebabkan angka seks bebas meningkat. Justru penelitian di Kyoto, menyatakan sebaliknya karena generasi muda lebih mengetahui resiko-resikonya, bukannya malah merangsang," jelasnya.

Selain dari pemerintah, dia juga menyarankan agar para orang tua tidak menganggap tabu pembicaraan seks dengan anak. "Sejak usia 10 tahun, atau menjelang anak memasuki masa menstruasi dan mimpi basah, anak sudah harus diberi informasi yang memadai mengenai pendidikan seks," katanya

Selain orang tua dan pemerintah, informasi seputar pendidikan seks dan HIV/AIDS juga diharapkan datang dari media massa, terutama televisi karena banyak masyarakat di pedalaman sulit mengakses informasi dari media cetak atau internet.

"Kita bisa mencoba memasukkan informasi tentang pendidikan seks dan HIV/AIDS ini ke dalam sinetron, film, atau musik misalnya, yang lebih mudah dicerna. Jangan cuma ribut memberitakan soal demo-demo hari anti AIDS sedunia, lalu selesai sampai disitu," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau