Hari Ini, Pola Baru KRL Diujicobakan

Kompas.com - 01/12/2011, 03:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pola baru perjalanan KRL mulai diujicobakan pada Kamis (1/12/2011) ini. Pola baru ini lebih menyederhanakan perjalanan. Apabila sebelumnya berjumlah 37 jalur, sekarang menjadi 9 jalur. Perubahan ini diprediksi bakal meningkatkan perjalanan kereta dari 467 menjadi 531 per hari, juga mempersingkat jeda kedatangan kereta.

Uji coba ini, menurut Sekretaris Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek Makmur Syaheran, Rabu, berlangsung empat hari. Pemberlakuannya baru akan dilaksanakan pada 5 Desember.

”Perubahan jadwal perjalanan kereta bisa dilakukan setelah ada evaluasi atas uji coba, tetapi biasanya tidak banyak,” lanjut Makmur.

Dengan pola baru, titik rawan kepadatan penumpang diperkirakan akan terjadi di stasiun transit penumpang, yakni Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, dan Jatinegara. Hanya di situlah penumpang komuter bisa bertukar kereta untuk melanjutkan perjalanan di dalam Jakarta.

Pada pola lama, kereta komuter dari berbagai penjuru bisa sampai ke stasiun-stasiun di tengah kota.

Guna memudahkan penumpang berganti kereta, Makmur mengatakan, pihaknya menempatkan 100 petugas untuk membantu penumpang di stasiun-stasiun transit.

Petunjuk tentang stasiun tujuan kereta juga akan dipasang di kereta terdepan. Pada masa mendatang, badan kereta juga akan dicat dengan warna tertentu untuk menggambarkan jalur yang dilayani.

Jarak kedatangan kereta (headway) diperkirakan 5-30 menit sekali. Jarak kedatangan tercepat adalah jalur Stasiun Jakarta Kota-Manggarai. Jarak kedatangan terlama adalah jalur Stasiun Tangerang-Duri.

Untuk lintas Stasiun Manggarai-Tanah Abang-Jatinegara, jarak kedatangan rata-rata 15 menit sekali.

Jarak kedatangan kereta Jakarta-Bogor juga menjadi lebih pendek.

”Jeda antarperjalanan menjadi sekitar 7 menit, lebih singkat dibandingkan sebelumnya, 10 menit,” tutur Kepala Stasiun Bogor Rochman.

Perjalanan dari Jakarta ke Bogor yang semula 84 kali pun bertambah menjadi 92 kali. Begitu pula sebaliknya.

Rochman juga mengingatkan, penerapan jadwal baru ini menuntut perubahan perilaku penumpang. Jika sebelumnya dari 84 perjalanan hanya 7 perjalanan Bogor-Tanah Abang dan sisanya Bogor-Stasiun Jakarta Kota, kini ada 27 perjalanan yang memutar ke Tanah Abang, Manggarai, Jatinegara.

Hal ini memungkinkan penumpang beralih kereta ke tujuan lain tanpa harus sampai di Stasiun Jakarta Kota.

”Kami sudah sosialisasi ke masyarakat dengan memasang spanduk ataupun membagikan sekitar 4.000 jadwal baru. Kami berharap tidak ada masalah,” tuturnya.

Tanjung Priok tertunda

Sementara itu, jalur Jakarta Kota-Tanjung Priok belum beroperasi maksimal. Di jalur tersebut, KRL hanya bisa beroperasi dari Stasiun Jakarta Kota hingga Kampung Bandan.

Alasan Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi I Mateta Rijalulhaq, masih ada pengerjaan prasarana oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

”Prasarana itu belum diserahkan kepada PT KAI sehingga kami belum bisa mengoperasikan kereta sampai ke stasiun tersebut,” kata Mateta.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan membenarkan bahwa masih ada perbaikan listrik aliran atas serta perbaikan gardu listrik dan rel di Stasiun Tanjung Priok.

”Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah selesai. Kalau sudah selesai, kami serahkan ke PT KAI sehingga bisa digunakan untuk KRL,” ucap Bambang.

Harapan penumpang

Arfianto (35), penumpang KRL Bogor-Jakarta asal Ciawi, Kabupaten Bogor, mengaku masih akan melihat pelaksanaan peralihan jadwal perjalanan KRL itu. Dia berharap jadwal dan rute perjalanan baru tidak menyulitkan penumpang.

Sementara itu, penumpang di Bekasi masih khawatir pola baru akan membuat perjalanan mereka malah menjadi lebih lama sehingga mengganggu aktivitas rutin.

Prabowo, karyawan swasta di Jakarta yang tinggal di Bekasi Utara, menyatakan, dengan rute lama hanya dibutuhkan waktu sekitar 25 menit dari Bekasi ke Pasar Senen.

”Saya khawatir perjalanan nantinya akan semakin lama dengan rute yang baru ini. Apalagi kalau di Jatinegara saya harus menunggu kereta ke Pasar Senen,” ujarnya.

Prabowo juga mengeluhkan perjalanan kereta yang kerap terlambat dari jadwal.

Wakil Kepala Stasiun Besar Bekasi Dwi Effendi menyatakan wajar kalau masih ada kekhawatiran penumpang. ”Tetapi, sudah dilakukan persiapan, termasuk dengan uji coba ini,” lanjutnya. (ART/COK/GAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau