MANOKWARI, KOMPAS.com- Terkait perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka ke-50, Kamis (1/12/2011), sejumlah sekolah di Manokwari diliburkan. Sementara itu, aktivitas perdagangan di pasar tradisional juga sepi.
Sejumlah sekolah, mulai dari SD, SMP, dan SMA, diliburkan karena khawatir situasi tidak aman selama perayaan HUT OPM tanggal 1 Desember. Selain banyak guru yang tidak datang mengajar, siswa-siswa juga banyak yang tidak berangkat sekolah. Seperti di SMPN 1 Manokwari, hanya lima guru dari 20-an guru yang masuk.
"Siswa juga banyak yang tidak masuk. Tidak sampai setengah dari 788 siswa terdaftar. Orang tua yang mengantar ada yang menunggu di luar sekolah," kata Ramlan, guru di SMPN 1 Manokwari.
Kondisi yang sama juga terlihat di SMA 1 Manokwari, siswa berkerumum di halaman sekolah karena guru-guru tidak memberikan pelajaran. Padahal gurunya masuk, meski tidak semuanya masuk sekolah. Sebenarnya, tidak ada perintah untuk libur, namun karena gurunya resah terpaksa sekolah diliburkan.
Suparno (45), orang tua salah seorang murid di SMPN 3 Manokwari mengaku was-was, tapi dia tetap mengantarkan anaknya bersekolah karena tidak ada imbauan libur. "Khawatir juga, tapi tidak ada perintah libur dari sekolah, ya saya antar saja dia ke sekolah. Padahal, saya saja tidak ngantor karena kantor tutup," kata dia.
Sementara itu, kondisi dua pasar trasidional di Manokwari, Pasar Wosi dan Pasar Sanggeng sepi aktivitas. Tidak banyak lapak dan toko yang buka dan pembeli tak banyak terlihat.
Marlina, pedagang di Pasar Wosi mengatakan, sedikit pedagang yang berjualan. Apalagi pedagang dari daerah Masni, Prafi, dan Minyambauw. "Mulai kemarin memang sudah sepi, tapi hari ini sepi sekali," kata pedagang yang mengaku tidak nyaman dengan situasi ini.
Perayaan HUT OPM akan dipusatkan di Lapangan Borasi dengan aksi doa dan orasi politik. Panitia dan massa peserta perayaan diminta tidak mengibarkan atau membentangkan bendera bintang kejora.
Kesepakatan ini telah disepakati oleh Muspida Manokwari dengan elemen masyarakat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang