Promo BB Kisruh, Kapolsek Kebayoran Baru Dimutasi

Kompas.com - 01/12/2011, 12:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Akibat kericuhan yang terjadi pada saat promo Blackberry Bold 9790 atau Bellagio, Kepala Polsek Metro Kebayoran Baru Komisaris Hando dimutasi dari jabatannya semula. Hando kini ditugaskan menjadi staf di Polda Metro Jaya. Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar, Kamis (1/12/2011) di Mapolda Metro Jaya.

"Baru keputusannya keluar kemarin sore dari Bidang Propam (Profesi dan Pengamanan). Kapolsek Kebayoran Baru dipindahkan ke sini (Polda Metro) menjadi staf karena kasus promo Blackberry," ungkap Baharudin.

Baharudin mengatakan, Hando untuk sementara waktu belum menduduki posisi tertentu hingga beberapa waktu. "Sekarang non-job dulu iya, tetapi nanti akan dikasih tahu ditempatkan di mana," ujarnya.

Dia mengatakan, Hando dicopot dari jabatannya semula lantaran dianggap lalai mengawasi anak buahnya dalam mengeluarkan izin keramaian. "Karena dari semuanya, kesalahan proses saat itu banyak sekali seperti pemberitahuan EO yang tidak lengkap memberikan informasi kepada petugas. Sebagai kapolsek tetap harus lakukan pengawasan yang lebih optimal," kata Baharudin.

Sementara pihak kepolisian masih mencari pengganti Hando untuk menjabat sebagai Kepala Polsek Metro Kebayoran Baru.

Sebelumnya, Kepala Unit Intel Polsek Metro Kebayoran Baru Ajun Komisaris berinisial S sudah lebih dulu mendapatkan sanksi disiplin. Dia dicopot dari jabatannya semula dan dipindahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Kedua pejabat Polsek Metro Kebayoran Baru itu dianggap lalai menelaah surat pemberitahuan yang diajukan panitia penyelenggara acara promo Blackberry. Pasalnya, pihak panitia hanya memberikan surat pelaksanaan acara tanpa disertai estimasi pengunjung, proposal, atau pun susunan acara.

Sebagaimana diberitakan, pihak Research In Motion (RIM) pada Jumat (25/11/2011) mengadakan promo harga khusus pada acara peluncuran produk Blackberry Bold 9790 atau Bellagio terbaru di Pacific Place. Harga Blackberry Bellagio yang standarnya mencapai Rp 4,6 juta didiskon sampai hanya Rp 2,3 juta per unit. Hal ini membuat ribuan masyarakat tergiur dan mendatangi acara promo itu.

Sayangnya, panitia tidak menyangka masyarakat yang hadir membeludak, bahkan sudah melebihi jumlah produk yang dijual. Alhasil, masyarakat yang sudah mengantre berjam-jam berang dan memaksa masuk ke antrean.

Aksi dorong-dorongan tak bisa dihindarkan. Panitia dan polisi kewalahan sampai sekitar 90 orang pembeli pingsan di tempat.

Sudah ada tiga tersangka terkait insiden itu. Ketiganya yakni T dari pihak konsultan keamanan yang ditunjuk RIM, M dari pengelola Pacific Place, dan E dari panitia pelaksana acara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau