PONTIANAK, KOMPAS.com- Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berulangkali menegur pengelola rumah sakit yang menakut-nakuti keluarga pasien yang diduga mengalami demam berdarah. Rumah sakit diminta memberi penjelasan rinci jika setelah dirawat inap, pasien ternyata tidak menderita demam berdarah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Juhto Bhatarendro, Kamis (1/12/2011), mengatakan, sekarang banyak rumah sakit yang langsung memvonis pasien menderita demam berdarah.
"Pasien yang datang dengan panas tinggi dan hasil uji laboratorium trombosit turun langsung disuruh rawat inap. Itu bagus untuk jaga-jaga. Namun, kalau ternyata tidak demam berdarah, rumah sakit harus berani mengatakan kepada pasien dan mempersilahkan pulang. Gejala seperti itu bisa saja typus dan itu tidak perlu rawat inap, hanya perlu antibiotik saja," kata Multi.
Multi mengatakan, ada banyak masyarakat yang mengeluh biaya rawat inap sangat mahal karena pasien harus dirawat beberapa hari. "Kalau seperti itu kan kasihan masyarakat. Kalau ternyata bukan demam berdarah, kasihan juga staf kami di puskesmas juga yang harus pontang-panting periksa jentik, lapor sana-sini, dan setelah dicek ternyata bukan demam berdarah," kata Multi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang