NIAS SELATAN, KOMPAS.com - Lima jenazah korban dari tujuh orang yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yang terjadi Rabu (30/11/2011) di Kecamatan Majo Kampung Barije Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, sudah ditemukan.
"Hingga saat ini personel TNI dan Polri bersama petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nias Selatan masih terus melakukan pencarian terhadap dua orang korban yang dinyatakan hilang," kata Kepala BPBD Kabupaten Nias Selatan, Arototona Mendeva, melalui telepon, di Teluk Dalam, Kamis (1/12/2011).
Ia mengatakan, kelima jenazah korban belum bisa diidentifikasi petugas, akibat terbatasnya peralatan serta akses jalan yang cukup sulit ke lokasi dan susahnya hubungan komunikasi, hingga pengumpulan data sangat terbatas.
Perkembangan yang bisa dilaporkan, kata dia, hingga kini upaya pencarian masih terus berlanjut, namun jenazah dua korban yang diduga hanyut akibat derasnya arus sungai tersebut belum dapat ditemukan.
Arototona menyebutkan, tim pencarian dan penyelamatan (SAR) dari Sibolga akan bergabung bersama personel TNI dan Polri serta relawan lainnya guna melanjutkan upaya pencarian terhadap korban. "Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju lokasi," katanya.
Selain menyebabkan tanah longsor, hujan deras yang mengguyur kawasan Nias Selatan, secara terus menerus selama hampir tiga hari berturut-turut itu, juga mengakibatkan jalan raya sepanjang 120 kilometer antara Gunung Sitoli - Teluk Dalam terendam banjir.
"Luapan air setinggi setengah meter tersebut, juga membuat jembatan di Desa Siofa Banua putus hingga menyulitkan pendistribusian bantuan logistik bagi para korban," tambahnya.
Sedikitnya, lanjut dia, sebanyak 37 unit rumah tertimbun tanah dan sedikitnya 25 unit kendaraan roda dua dan empat unit roda empat tertimbun tanah longsor, namun nilai kerugian materil akibat bencana longsor tersebut belum bisa dipastikan, karena sejumlah petugas masih berada di lokasi kejadian untuk melakukan pendataan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang