MAC Donasikan 200 Juta untuk Penderita HIV-AIDS

Kompas.com - 01/12/2011, 16:18 WIB

KOMPAS.com - Untuk kali ketiga, merek kosmetik MAC menyumbangkan dana untuk membantu penderita HIV-AIDS. Memeringati Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2011, MAC menyerahkan donasi senilai Rp 208.200.000 kepada Yayasan Spirit Paramacitta.

Yayasan milik kosmetik MAC, MAC AIDS Fund, konsisten mengalokasikan dana dengan nilai yang meningkat setiap tahunnya, untuk membantu yayasan peduli HIV-AIDS. Dana likuid ini merupakan akumulasi hasil penjualan produk pemulas bibir buatan MAC seperti lipstik dan lipglass Viva Glam I, Viva Glam Gaga dan Viva Glam Gaga Lipglass.

"Akumulasi hasil penjualan Viva Glam sengaja disimpan untuk disumbangkan ke yayasan yang peduli HIV-AIDS. Setiap tahun MAC menyerahkan dana donasi ini. Seluruh hasil penjualan Viva Glam, seratus persen tanpa potongan apa pun, dialokasikan untuk simpanan dana MAC AIDS Fund ini," jelas Stella Lucky, Brand Manager MAC Indonesia, kepada Kompas Female seusai menyerahkan donasi kepada Putu Utami Dewi, selaku Ketua Yayasan Spirit Paramacitta, di Jakarta, Kamis (1/12/2011).

Seleksi langsung di New York

MAC, perusahaan kosmetik asal Kanada yang berkantor pusat di New York ini menyeleksi langsung penerima donasi, yayasan yang bergerak di pemberdayaan penderita HIV-AIDS di lebih dari 70 negara. Seleksi yang ketat dilakukan sepanjang tahun. Tahun ini, Yayasan yang dikepalai Putu, dan berlokasi di Denpasar, Bali, dinilai layak menerima donasi ratusan juta untuk menudukung berbagai program pemberdayaan juga pengobatan, dan pencegahan HIV-AIDS di Bali, Indonesia.

Kepada Kompas Female, Putu mengaku mengirimkan proposal langsung ke kantor pusat MAC di New York. Ia memanfaatkan peluang yang tersedia, untuk mendapatkan dana yang dibutuhkannya dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan di Bali.

"Saya mengetahui MAC mengalokasikan uang sekitar 24.000 dollar untuk yayasan HIV-AIDS, dan saya mengirimkan proposal langsung ke kantor pusat MAC di New York. Kemudian, perwakilan MAC di Indonesia yang menyerahkan kepada kami," kata Putu yang memimpin yayasan untuk memberikan dukungan kepada 800 orang terinfeksi HIV-AIDS di Bali.

PT Pulau Mahoni (anak perusahaan Tempo Group), selaku pemegang lisensi MAC Cosmetics di Indonesia juga turut memberikan rekomendasi kepada MAC Cosmetics di New York mengenai yayasan yang layak menerima donasi.

Putu berharap, dana yang diterimanya dapat menunjang berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV-AIDS (Odhiv). "Kami berharap program pemberdayaan dan pencegahan akan berjalan lebih baik. Odhiv dapat lebih terbuka, tidak menutup diri, dan mereka dapat lebih produktif serta mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Tingkat kesakitan dan kematian juga semoga saja semakin menurun," tuturnya.

Lipstik peduli HIV-AIDS

MAC AIDS Fund sendiri berdiri sejak 1994, bersamaan dengan kali pertama produk lipstik Viva Glam edisi pertama diluncurkan. Produk pemulas bibir dari MAC ini memang sejak awal memposisikan diri sebagai produk kecantikan yang fokus pada program peduli HIV-AIDS.

Hingga generasi ketujuh produk pemulas bibir Viva Glam, program donasi dari seluruh hasil penjualan lipstik dan lipglass MAC masih berlangsung.

Fadly Ramdhani, Public Relations dan Event Manager MAC Cosmetics Indonesia mengatakan pemulas bibir Viva Glam merupakan satu dari tiga produk andalan MAC yang digemari di Indonesia.

"Produk pemulas bibir merupakan produk terkuat ketiga MAC di Indonesia, setelah foundation dan skincare," jelasnya.

Produk Viva Glam selama tujuh generasi banyak digemari di Indonesia, kata Fadly. Pasalnya, dengan banyak pilihan warna, pemulas bibir dari MAC ini dapat memenuhi kebutuhan semua tipe perempuan.

"Saat ini ada tujuh pilihan warna pemulas bibir MAC," tambahnya. Setiap orang yang membeli pemulas bibir Viva Glam, secara langsung menunjukkan kepeduliannya terhadap para penderita HIV-AIDS. "Dengan membeli produk Viva Glam, Anda telah mendonasikan seluruh uang ke MAC AIDS Fund yang didonasikan setiap tahun," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau