Kesejahteraan buruh

Gubernur Tolak Revisi UMK

Kompas.com - 01/12/2011, 16:58 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, Kamis (1/12/2011), menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan revisi atas penetapan upah minimum kabupaten dan kota (UMK) 2012, yang sudah ditetapkan 25 November 2011.

UMK 2012 untuk Kota Semarang sebesar Rp 991.500, sedangkan UMK Kabupaten Semarang sekitar Rp 941.600. Penetapan UMK ini tidak bisa direvisi, karena sudah sesuai dengan kesepakatan dan usulan dewan pengupahan di tingkat daerah.

"Besaran UMK yang sudah ditetapkan itu tidak bisa direvisi. Kalau direvisi tanpa memperhatikan usulan daerah, bisa menimbulkan iri daerah lain," kata Gubernur Bibit Waluyo.

Penegasan Gubernur Bibit Waluyo itu disampaikan, menanggapi tuntutan ratusan buruh yang melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (29/11/2011) di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang.

Aksi ratusan buruh itu menuntut adanya revisi atas penetapan UMK, khususnya di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang. Aktivis buruh menuntut supaya UMK di kedua daerah itu minimal sebesar Rp 1,4 juta, sesuai dengan kebutuhan hidup layak.

Untuk meredakan aksi buruh, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah, Edison Ambarura, sempat mengemukakan, pihaknya menerima masukan para buruh untuk mengusulkan adanya revisi. Kewenangan revisi itu sepenuhnya di tangan gubernur.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah, Frans Kongi, mengaku kecewa dengan pernyataan Edison yang begitu gampang menyampaikan adanya revis.

Bagi pengusaha, penetapan UMK 2012 yang sudah disetujui gubernur, untuk kepentingan iklim usaha, termasuk kelangsungan produksi demi menjaga kelangsungan kepentingan para buruh pula.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau