JAKARTA, KOMPAS.com - Pencarian korban runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara dihentikan lebih dini sekitar pukul 09.30 waktu Indonesia tengah (Wita), karena bergesernya tiang utama jembatan (pylon) yang menghubungkan Tenggarong dan Tenggarong Seberang itu.
Bergesernya tiang utama itu, dikhawatirkan akan menyebabkan kecelakaan susulan, sehingga pencarian korban dihentikan lebih cepat pada Kamis ini.
"Sehubungan dengan pergeseran pylon itu, Kapolda Kalimantan Timur memerintahkan kegiatan penyelaman dihentikan, karena dikhawatirkan pylon akan roboh," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, di Jakarta, Kamis (1/12/2011) ini.
Menurut Sutopo, jika pylon sampai runtuh, keselamatan penyelam terancam. Untuk menjaga agar pylon jembatan stabil, saat ini sedang dilakukan pengelasan sisa rangka jembatan. Langkah itu dilakukan agar rangka tersebut tidak meluncur, dan menabrak fondasi jembatan.
Kegiatan pengelasan diharapkan selesai Kamis malam ini, agar penyelaman dapat dilanjutkan lagi besok pagi.
Rencana besok pagi adalah melanjutkan penyelaman untuk mengikat mobil yang terjebak di dasar sungai Mahakam, kemudian ditarik ke atas menggunakan alat berat crane.
"Tug boat, ponton, crane, dan balon semuanya masih disiagakan di lokasi," ujarnya.
Terkait dengan pembangunan dermaga darurat, ada dua ponton besar disiapkan untuk persiapan membangun dermaga darurat. Mobilisasi bahan dan peralatan untuk membangun dermaga darurat, akan dilaksanakan mulai besok pagi pula.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang