Korban Kekerasan Rezim Suriah Capai 4.000 Orang

Kompas.com - 02/12/2011, 04:39 WIB

GENEVA, KOMPAS.com Jumlah orang yang tewas di Suriah menyusul tindakan keras terhadap demonstran sejak Maret lalu telah mencapai sedikitnya 4.000 orang, kata badan hak asasi manusia PBB, Kamis (1/12/2011).

"Kami sekarang menetapkan jumlahnya 4.000 orang. Namun, informasi yang datang pada kami jumlah itu jauh lebih banyak," kata Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Navi Pillay, pada suatu konferensi di Geneva. Pillay akan berpidato pada sidang khusus Dewan HAM itu, Jumat ini, yang diminta untuk membicarakan penemuan-penemuan sebuah panel independen mengenai situasi hak asasi manusia di Suriah.

Komisi Penyelidikan Independen, Senin lalu, mengatakan, pasukan Suriah telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan dan penganiayaan anak-anak, mengikuti perintah dari tingkat tertinggi dari rezim Presiden Bashar al-Assad. Panel itu telah mengumpulkan bukti dari 233 saksi dan korban penindasan kejam terhadap demonstran anti-rezim, tetapi tidak diberi izin untuk masuk ke negara itu.

Angka sebelumnya yang dikeluarkan PBB pada awal bulan ini menyebutkan, jumlah korban tewas kira-kira 3.300 orang. Pillay memberikan jumlah yang telah direvisi, yang ia lukiskan sebagai "konservatif" itu saat menjawab pertanyaan yang diajukan wartawan pada peluncuran kampanye media sosial untuk mempromosikan hari HAM pada 10 Desember.

Ketika ditanya apakah situasi di Suriah telah memenuhi kriteria konflik bersenjata, Pillay mengatakan, mereka perlu mempelajari laporan itu untuk melihat luasnya tindakan kekuatan oposisi. "Saya sudah mengatakan bahwa di sana makin banyak pembelot yang mengancam untuk mengangkat senjata. Saya katakan ini Agustus pada Dewan Keamanan, maka di sana akan ada perang saudara," kata komisaris hak asasi manusia itu. "Itu masalah mempelajari laporan tersebut untuk melihat tingkat apa yang mereka katakan sebagai kekuatan oposisi itu dalam upaya untuk mencapai karakterisasi konflik bersenjata."

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, Senin lalu, telah meminta sidang khusus Dewan HAM menyusul dipublikasikannya laporan panel penyelidikan itu.

Sebuah rancangan resolusi Uni Eropa mengutuk "pelanggaran hak asasi manusia sistematis serius" yang dilakukan Pemerintah Suriah dan meminta agar penemuan itu diajukan ke Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB. Dewan HAM sebelumnya telah mengadakan sidang khusus mengenai Suriah pada 29 April dan 22-23 Agustus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau