JAKARTA, KOMPAS.com — Penguatan empat hari berturut membuat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan rawan terkena ambil untung investor lebih dalam, Jumat (2/12/2011). Apalagi semalam bursa Eropa melemah dan bursa Wall Street ditutup mixed.
Kamis (1/12/2011) waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun tipis 25,65 poin (0,21 persen) ke level 12.020,03. Indeks S&P 500 juga ditutup lebih rendah 2,38 poin (0,19 persen) ke level 1.244,58, sementara Nasdaq justru menguat 5,86 poin (0,22 persen) ke level 2.626,20.
Investor sedikit khawatir dengan data tenaga kerja di Amerika Serikat. Namun, sebagian besar bursa regional pagi ini menguat. Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,1 persen dan Kospi naik 0,09 persen. Kemarin, IHSG ditutup naik 66 poin (1,77 persen) ke level 3.781,10 dengan total transaksi sebesar 9,88 juta lot atau setara dengan Rp 5,38 triliun.
Semua sektor saham naik. Tercatat 173 saham menguat, 54 saham turun, 77 saham tidak berubah, dan 136 saham tidak diperdagangkan sama sekali. Saham-saham yang menjadi pendorong bursa antara lain BMRI, ASII, BBRI, UNTR, dan ISAT. Adapun saham-saham yang menjadi pemberat bursa adalah UNVR, BDMN, BTPN, JSMR, dan ADMF.
Asing tercatat melakukan pembelian bersih di pasar reguler sebesar Rp 596 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah ASII, PGAS, SMGR, UNTR, dan BBNI.
Secara teknikal, menurut riset eTrading Securities, IHSG kembali berhasil menguat dalam empat hari berturut-turut didukung dengan peningkatan volume. Namun, penguatan IHSG kemarin tertahan oleh garis resistance downtrend jangka menengahnya. Apabila IHSG berhasil break dari garis resistance downtrendnya tersebut, IHSG berpotensi menguji level resistance selanjutnya di level 3833.
Indikator stochastic bergerak uptrend meninggalkan area oversold, sementara MACD berpotensi membentuk golden cross.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang