Rossa Buka Jalan Rapper Malaysia Kembali ke Indonesia

Kompas.com - 02/12/2011, 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Rapper asal Malaysia Joe Flizzow (32), yang menjadi rekan duet vokalis pop Indonesia Rossa pada lagu "One Night Lover" dalam album The Best of Rossa (2011), mengaku selalu berusaha menemukan cara untuk mengembangkan pasar musiknya di Indonesia.

Pemilik nama asli Johan Ishak ini mengaku, sebelum ini ia sering pergi ke Indonesia. Terakhir, pada 2006, di negeri ini ia mempromosikan Rebirth Into Reality, album milik Too Phat, duo hip hop Malaysia yang dihuni olehnya bersama Malique Ibrahim (34).

Kali ini, ia datang lagi untuk mempromosikan lagu duetnya dengan Rossa tersebut. "Bersama Rossa bisa jadi titik permulaan saya balik ke Indonesia seperti dulu, yang setiap bulan saya bisa balik ke Indonesia. Saya berharap bisa kembali ke Indonesia dan bisa bikin musik di Indonesia. Sekarang bilang ke cewek-cewek, Flizzow sudah pulang," ujar Joe berbumbu canda ketika berbincang dengan Kompas.com usai peluncuran album The Best of Rossa di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu lalu (30/11/2011).

Sementara itu, di tanah airnya, Joe sudah mengeluarkan single "Untukmu". Lagu tersebut akan ada pula dalam album solonya yang berjudul sama danbaru akan dirilis pada Januari 2012 di negara tersebut. "Di album ini terdapat satu lagu kolaborasi dengan Malique, satu lagu untuk pengobat rindu fans," terang Joe.

Diterangkan pula oleh Joe, album Untukmu merupakan album pertamanya dengan lirik sepenuhnya berbahasa Melayu Malaysia. Lirik dalam album solonya terdahulu, President, semuanya berbahasa Inggris.

Lirik album Untukmu, menurut Joe, mengangkat banyak persoalan dunia. "Banyak isu dunia yang saya utarakan. You know, banyak masalah di dunia ini yang seperti kita lihat di media massa, international news, tidak sepenuhnya betul. Saya cuma berharap, album saya ini membuat seseorang tergugah pola pikirnya akan peperangan antarnegara. Yang katanya 'diselamatkan' oleh Barat, sebetulnya tidak perlu diselamatkan," ulas Joe.

"Banyak lagi. Seperti, masalah (gizi dan pendidikan) anak-anak di Afrika, yang katanya cuma perlu uang 200 miliar US dollar masalah ini bisa selesai. Cuma, di mana uang itu? Uang itu hanya digunakan membeli senjata untuk peperangan," lanjutnya.

Di tengah lagu-lagu berlirik berat itu, Joe menyisipkan lagu-lagu cinta. "Cinta, cinta selalu menjadi bagian terbesar kehidupan. Setiap insan pasti dibekali perasaan itu. Cinta mendorong passion seseorang untuk bekerja, cinta mendorong seseorang lebih mencintai keluarga. Dari situ saya punya beberapa lagu cinta, seperti milik Rossa yang 'Ayat-ayat Cinta'," jelasnya.

Untuk mencipta lagu-lagu itu, Joe mengaku tak perlu jauh-jauh mencari sumber inspirasi. "Bagi saya, proses kreatif tidak perlu harus duduk di tepi pantai atau apa. Itu semua enggak perlu. Saya mendapat inspirasi pertama kali dari orang di sekeliling saya. Saya coba merapatkan diri saya dengan orang-orang yang positive thinking, karena saya kurang suka dengan orang-orang yang terlalu negatif terhadap dunia. Saya coba jauhkan diri saya dari persengketaan dan lebih dekat dengan keluarga," paparnya.

Untuk album tersebut, Joe meninggalkan warna yang pernah dibikinnya bersama Malique dalam Too Phat. "Unsur Melayu tidak lepas. Tapi, warna Melayu seperti di lagu 'Anak Ayam' itu sudah tidak ada lagi. Kalau dulu, memang saya lebih suka inspirasi musik lagu AS (Amerika Serikat), tapi sekarang saya lebih suka lagu artis-artis lokal Malaysia seperti Datuk Seikh Syarifa Aini. Ini sekaligus meneruskan legasi mereka ke generasi yang baru, supaya bisa diingat," paparnya lagi.

Joe mengungkapkan pula, sementara ia berkarier solo, Too Phat sedang tak aktif. "Too Phat sebenarnya masih ada, tapi memang sedang tidak aktif. Sekarang saya lagi sibuk dengan karya solo saya. Tapi, lebih dari itu, saya lebih sibuk membina label (perusahaan rekaman) saya. Kami memiliki kurang lebih delapan artis. Setiap artis harus diberi konsentrasi lebih untuk keluarkan album, karena mereka merupakan generasi hip hop ke depan Malaysia. Banyak hal dalam pekerjaan yang harus diperbuat, karena membangun label tak semudah kamu menjalankan kariermu sendiri," tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau