JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan DKI Jakarta melanjutkan penertiban pengemudi angkutan kota (angkot). Kepala Bidang Operasi Dishub DKI Arifin Hamonangan kepada Kompas.com mengatakan, razia kali ini digelar di empat terminal berbeda, masing-masing Kampung Melayu, Kampung Rambutan, Kali Angke, dan Pasar Minggu.
"Razia dilakukan untuk mengidentifikasi sopir-sopir angkot," kata Arifin di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (2/12/2011).
Identikasi dimaksud diterapkan dalam bentuk kewajiban berseragam dan kepemilikan kartu anggota koperasi pengelola bagi setiap sopir angkot. Dengan adanya razia diharapkan aparat berwenang maupun penumpang dapat mengidentifikasi pengemudi setiap angkot.
"Tujuannya, tentu karena kami ingin membatasi tindak kejahatan dalam angkot, terutama yang dilakukan oleh sopir liar atau sopir tembak," lanjut Arifin.
Razia di Terminal Kampung Melayu sendiri diarahkan pada angkot dari Kampung Melayu ke jurusan Pondok Gede, Pasar Minggu, dan Pulo Gadung. Hasil operasi masih direkapitulasi oleh staf Dishub. Namun, menurut Arifin, dari hasil sementara tinggal 20 persen sopir yang masih melakukan pelanggaran.
"Sebagian besar sudah punya seragam tapi belum punya kartu anggota pengemudi yang dikeluarkan koperasi pengelola," kata Arifin.
Penertiban dalam sepekan terakhir, menurutnya, sudah menjangkau 72 persen angkot yang beroperasi di Jakarta. Razia yang sama masih akan dilanjutkan pada pekan depan. "Setelah menyentuh tiap terminal, rutinitasnya (pengawasan) akan diserahkan ke pihak terminal," ujar Arifin.
Di tempat yang sama, Kepala Terminal Kampung Melayu Otto Samosir menjelaskan, sosialisasi identitas pengemudi sudah dilakukan pihaknya sejak dua bulan lalu. Dengan aturan ini diharapkan penumpang akan merasa lebih nyaman dalam memanfaatkan jasa angkot.
"Penumpang enggak perlu takut lagi karena identitas sopir jelas. Kalau ada kecurigaan bisa langsung melapor," kata Otto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang