Jamkesda

Pasien Miskin Harus Beli Obat Sendiri

Kompas.com - 02/12/2011, 15:05 WIB

SURABAYA , KOMPAS.com- Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya mulai Senin (5/12/2011) akan mewajibkan pasien miskin membeli obat sendiri. Ketentuan bagi pasien miskin yang berobat menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM) itu terpkasa dilakukan karena Pemerintah Kota Surabaya belum melunasi tungakan sebesar Rp 52,7 miliar.

Direktur RSUD Dr Soetomo dr Dodo Anando mengatakan, ketentuan itu diberlakukan karena selama ini pembelian obat dibiayai APBD Kota Surabaya.

"Pasien tetap dilayani, tapi dokter hanya memberi resep saja dan obat beli sendiri," ujarnya.

Bukan hanya obat, pasien juga wajib membayar sendiri biaya bila diperlukan untuk periksa laboratorium maupun rontgen. Kendati demikian, bagi pasien yang rawat inap, obat-obatan meminjam jatah pasien umum.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Esty M Rachmie di Surabaya, Jumat (2/12/2011), mengatakan, Pemkot belum bisa melunasi tunggakan utang untuk pasien Jamkesmas non kuota karena dana bersumber dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). 

Sampai sekarang, PAK belum disahkan oleh DPRD setempat karena dinilai ada penyimpangan pembelian 28 Isuzu Panther dan 5 Mitsubishi Pajero. Padahal menurut Kepala Bidang Bina Program Agus Imam Sonhaji, pembelian mobil dinas itu sesuai prosedur.

Pembelian kendaraan dinas di Bagian Perlengkapan, pada dokumen rencana kerja dan anggaran-satuan kerja perangkat daerah (RKA)-(SKPD), yang kemudian ada pada Raperda APBD 2011. Alokasi anggaran belanja modal pada ke giatan 0034 sebesar Rp 27,831 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau