Kriminalitas

Di Baju Tersangka Ditemukan Bercak Darah

Kompas.com - 02/12/2011, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian sudah menetapkan lima tersangka terkait tewasnya siswa SMA Pangudi Luhur, Raafi Aga Winasya Benjamin (17). Peran kelimanya merupakan pengeroyok Raafi. Sementara pelaku penusukan Raafi masih diburu aparat kepolisian. Kelima tersangka itu adalah Hc (24), Tg (27), Fj (25), Fb (42), dan R (27).

Fb dan R merupakan tersangka yang paling terakhir dibekuk tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, di baju kedua tersangka itu kedapatan terdapat bercak darah Raafi. "Di baju tersangka itu ditemukan bercak darah," ungkap Baharudin, Jumat (2/12/2011) di Mapolda Metro Jaya.

Dari hasil uji laboratorium forensik, kata Baharudin, noda darah itu dipastikan merupakan darah Raafi. Bukti lain yang menguatkan keterlibatan Fb dan R adalah keterangan saksi yang melihat keduanya ada di Shy Rooftop, lokasi tewasnya Raafi.

"Ada keterangan saksi yang melihat, mereka ada di situ," ujar Baharudin.

Keduanya kini sudah ditahan kepolisian dan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. Mereka terancam hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sementara itu, polisi juga belum menemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menusuk Raafi. Baharudin mengatakan, dari lima tersangka yang ditangkap itu tidak ditemukan senjata. "Sajam (senjata tajam) belum ada," kata Baharudin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau