JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Advokasi Brawijaya IV, M Mahendradatta mengatakan penyidik dari kepolisian kerap berputar-putar dalam menangani kasus penusukan kliennya Raafi Aga Winasya Benjamin, siswa SMA Pangudi Luhur yang tewas ditikam di Kafe Shy Rooftop, 5 November 2011.
"Penyidik bukannya mundur, bukan maju tapi berputar-putar," ujarnya saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jumat (2/12/2011), sesaat setelah memperingati hari ulang tahun Raafi yang ke-18.
Mahendradatta juga yakin bahwa polisi sebenarnya sudah menemukan titik terang untuk mengungkap kasus tersebut. "Yang saya heran pasti dibantah lagi, pola semacam ini akan menimbulkan spekulasi dan kecurigaan masyarakat kepada polisi," katanya.
Ketika ditanya tentang keyakinannya bahwa pihak kepolisian telah mengetahui pelaku penusukan kliennya, Mahendradatta mengungkapkan bahwa keyakinan tersebut didasari oleh penyidikan yang semakin fokus. "Karena mereka (polisi) sudah punya sasaran, penyidikan juga sudah fokus ke tamu-tamu yang datang di acara tersebut," katanya.
Raafi Aga Winasya Benjamin merupakan siswa SMA Pangudi Luhur yang tewas ditikam di Kafe Shy Rooftop, Kemang. Hingga kini dikabarkan sudah ada lima tersangka pelaku pengeroyok Raafi meski belum mengarah kepada pelaku penusukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang