Djohar Harap Klub ISL 'Bertobat' ke IPL

Kompas.com - 02/12/2011, 18:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menyesalkan bergulirnya kompetisi Indonesian Super League (ISL) yang dinilai tidak sah oleh PSSI. Djohar berharap klub-klub yang bermain di ISL bisa kembali ke IPL yang merupakan kompetisi legal.

"Kita ingin satu wadah. Mereka menyadari ini. Marilah kembali ke rumah. Ini rumah kita. Mari sama-sama kita bangun. Ini kantor PSSI, silakan datang. Kita sudah berkali-kali meeting sejak tanggal 4 Agustus. AFC kita datangkan. Klub kita sudah tidak dianggap profesional oleh AFC. Mereka juga telah dijelaskan apa klub profesional. Kita dari nol lagi. Kasta musim lalu tidak ada. Ranking tidak ada, tapi siapa yang memenuhi syarat profesional. Kita harapkan semua Indonesia bersatu," kata Djohar kepada wartawan di Kantor PSSI, Jumat (2/11/2011).

Djohar berpendapat anggota PSSI seharusnya mengikuti kompetisi yang diakui PSSI yakni Indonesian Premier League (IPL). Oleh karena itu, bergulirnya laga perdana ISL antara Persipura dan Persiba serta Persija dan Deltras Sidoarjo, kemarin, sangat disesalkannya.

"Kita menyesalkan adanya kompetisi lain sepak bola yang dibuat oleh mantan pengurus. Seharusnya serahkan kepada kami. Hak dan wewenang ada pada kami. Tidak ada dua kompetisi di republik ini," tambahnya.

Meski demikian, Djohar menegaskan, dirinya tidak memiliki wewenang untuk menjatuhkan sanksi kepada peserta klub-klub ISL. Pasalnya, yang paling berkompeten dalam membahas sanksi adalah Komisi Disiplin.

"Kami serahkan pada komisi disiplin dan komisi-komisi lain yang terkait hukum. Saya tidak intervensi, tidak mendesak, tidak memerintahkan. Itu bukan wewenang saya. Semua ada aturan mainnya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau