Namaste, Tak Sekadar Festival Yoga

Kompas.com - 02/12/2011, 19:54 WIB

KOMPAS.com - Yoga menjadi pilihan olahraga banyak kalangan. Terutama bagi mereka yang membutuhkan keseimbangan dari rutinitas dan hiruk pikuk kehidupan di perkotaan. Yoga menjadi penyembuhan dari dalam diri, sekaligus aktivitas fisik yang membuat tubuh lebih bugar. Yoga dapat dilakukan siapa saja yang dapat bernafas, ditambah dorongan kuat dari dalam diri dan passion.

Namaste Jakarta International Yoga, Healing & Wellbeing Festival 2011, untuk kali kedua diadakan di Jakarta. Baik pemula maupun praktisi yoga berkumpul dalam kegiatan tiga hari yang kini memilih Hotel Borobudur sebagai lokasi acara.

Sebanyak 11 master yoga ternama tingkat internasional, serta tujuh pengajar yoga dari berbagai komunitas yoga di Indonesia, dihadirkan di Namaste festival 2011 yang berlangsung 2-4 Desember 2011.

Anita Boentarman, pendiri Namaste Festival, mengatakan kegiatan ini memang mendatangkan lebih banyak master yoga dari luar negeri, karena memang festival ini dibuat lebih berskala internasional. Meski begitu, katanya, peserta lebih banyak datang dari Jakarta.

"Peserta lebih banyak dari Jakarta, dan memang festival ini diadakan untuk membantu mereka yang menjalani kehidupan dengan stres tinggi di Jakarta, agar lebih rileks. Karenanya festival ini menghadirkan kelas yoga, healing dan wellbeing. Untuk jenis yoga yang dihadirkan, tahun ini lebih banyak daripada tahun lalu. Saat ini ada lebih dari sembilan style yoga, bertambah dari enam style yoga pada festival tahun lalu," kata Anita kepada Kompas Female di sela jumpa pers di sport Area Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/12/2011).

Festival yoga ini berlangsung padat, mulai pukul 07:00 hingga 18:00 setiap harinya. Beragam pilihan kegiatan tersedia, mulai kelas yoga, meditasi, self healing, talkshow, pemutaran film, kelas memasak hingga kelas pijat bayi.

Dalam satu hari, ada lebih dari empat sesi waktu kegiatan. Setiap sesi waktu atau pada jam yang bersamaan, ada delapan kelas yoga atau kegiatan lainnya yang diadakan di delapan podium berbeda. Total ada 96 kelas yoga dan sesi healing dan wellbeing diberikan oleh total 37 praktisi. Anda dapat memilih sesuai minat dan kebutuhan.

Mengambil konsep gaya hidup hijau, festival ini juga diadakan di ruang terbuka dan ditata dengan suasana hijau menyatu dengan alam. Rileksasi tubuh dan pikiran menjadi sasaran utama diadakannya festival yang mampu menampung 800 peserta dalam satu hari ini.

Untuk mengikuti kegiatan ini, Anita menjelaskan, peserta dapat memilih cara pembelian tiket. Seperti tiket terusan Rp 2 juta untuk tiga hari dan bebas mengikuti berbagai kegiatan. Tiket harian senilai Rp 1.250.000. Juga tiket per kelas senilai Rp 375.000. Namun ada juga community class yang terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Seperti prenatal yoga untuk ibu hamil, kundalini yoga untuk keluarga

"Pendaftaran masih dibuka hingga Minggu. Hasil penjualan tiket, 50 persennya, akan disumbangkan kepada yayasan Cinta Anak Bangsa," kata Anita.

Untuk kelas yoga, rata-rata membutuhkan waktu 1,5-3 jam berlatih bersama master yoga internasional. Satu kelas yoga dapat diikuti 30-50 peserta.

Menurut Anita, melalui Namaste Festival inilah penggemar dan praktisi yoga berkesempatan bertemu dan belajar langsung dengan master yoga dunia. Di antaranya, Cameron Shayne, master yoga Budokon dan martial arts, atau Jules Febre, master yoga Jivamukti atau dikenal sebagai hip hop yoga yang juga mengajar penyanyi Sting.

"Budokon dan Jivamukti merupakan yoga favorit. Budokon menggabungkan yogha dengan martial art Jepang, dan memberikan sentuhan maskulin dalam gerakan yoga. Banyak jenis yoga yang belum ada gurunya di Indonesia, dihadirkan dalam festival ini," kata Anita yang menggeluti yoga sejak 10 tahun belakangan.

Anda bisa memelajari Budokon di festival ini langsung dari sang master, yang juga pernah mengajari Uma Thurman dan Jennifer Aniston. Budokon, kata Anita, juga menjadi salah satu pilihan yoga yang maskulin dan sengaja dihadirkan untuk menggaet lebih banyak peserta laki-laki. Maklum, dari pengalamannya menggelar festival yoga di Jakarta, 70 persen pesertanya adalah kaum hawa.

"Yoga bukan olahraga feminin. Perempuan, laki-laki, bahkan anak-anak dapat melakukan yoga," jelas Anita, yang juga mengadakan kelas yoga untuk orangtua dan anak mulai usia enam di festival ini.

Selain Budokon dan Jivamukti, festival ini juga menghadirkan kelas yoga Purna Yoga, Evolution Yoga, Ashtanga Yoga, Iyengar Yoga, Anusara Yoga, Hatha Vinyasa Yoga, Yin Yoga, dan Synergy Yoga.

Anda juga dapat menambah pengetahuan mengenai penyembuhan diri melalui berbagai cara di Wellness Sanctuary. Seperti pengobatan tradisional India Ayurveda, Aura Reading, Mental Emotional Detox, Divine Healing, Emotional Healing, Ennagram, Energy Healing, Instant Self Healing, Jin Shin Jyutsu dari Jepang, Magic Wand, Past Life & Face Reading, serta Spiritual dan Sound Healing.

Anda dapat menjadi bagian dari festival yang berhasil mendatangkan peserta dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Singapura, juga Thailand ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau