Kuasa Hukum Beberkan Ciri Fisik Penikam Raafi

Kompas.com - 02/12/2011, 19:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahendradatta, Tim Advokasi Brawijaya IV membeberkan ciri-ciri fisik penikam kliennya, Raafi Aga Winasya Benjamin yang tewas 5 November lalu di Kafe Shy Rooftop. Ia juga menambahkan bahwa seharusnya polisi tidak mempedulikan latar belakang organisasi si penikam. "Diduga penyerang yang paling agresif itu rata-rata badannya tegap, agak pendek, berkulit putih, berambut pendek rapi, berbaju putih," ujarnya kepada wartawan, Jumat (2/12/2011).

Pihak kuasa hukum mengaku tak mengerti mengapa pihak kepolisian susah sekali untuk menunjuk pelaku yang sebenarnya. "Saya tidak melihat ada kesulitan, polisi sangat ahli, tapi untuk menyatakannya itu seperti ada hambatan tertentu," katanya.

Terkait dengan latar belakang pelaku yang berasal dari organisasi pemuda tersebut, Mahendradatta mendesak polisi tak hiraukan masalah tersebut. "Dalam tindak pidana tak peduli SARA, apalagi organisasi," tambahnya.

Raafi Aga Winasya Benjamin kehilangan nyawa ketika ditusuk oleh seseorang di Kafe Shy Rooftop, Kemang. Hingga kini polisi telah menangkap 5 orang tersangka pengeroyok Raafi meskipun belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai penikam siswa malang tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau