Pimpinan kpk

DPR Diminta Jelaskan Alasan Pilih Mereka

Kompas.com - 02/12/2011, 21:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) diminta menjelaskan ke publik alasan pemilihan empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru. Empat pimpinan yang terpilih sedikit melenceng dari peringkat yang disusun panitia seleksi calon pimpinan KPK sebelumnya.

"DPR harus jelaskan, apa dasar mereka dalam memilih? Kami meminta DPR jelaskan. Pansel kan menjelaskan, si A punya yang tinggi, kompetensi si A yang bagus, nah itu dijelaskan dengan score," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama S Langkun saat dihubungi, Jumat (2/12/2011).

Pansel calon pimpinan KPK sebelumnya menempatkan empat calon di posisi teratas berdasarkan kriteria kredibilitas, kapabilitas, dan integritasnya. Keempat calon teratas menurut Pansel adalah Bambang Widjojanjo, Yunus Husein, Abdullah Hehamahua, dan Handoyo Sudrajat.

Namun DPR hanya memilih Bambang Widjojanto dari empat calon teratas menurut Pansel tersebut. Sebagai gantinya, DPR memasukkan Abraham Samad, Zulkarnain, dan Adnan Pandupraja yang menempati posisi empat terbawah.

"Ini akan jadi catatan," kata Tama.

DPR telah memilih Abraham Samad, Bambang Widjojanto, Zulkarnain, Adnan Pandupraja, sebagai pimpinan KPK yang baru bersama Busyro Muqoddas. Abraham, terpilih sebagai Ketua KPK.

Menurut Tama, komposisi pimpinan KPK yang ada sekarang dapat diharapkan asalkan masyarakat tetap melakukan pengawasan. Tama juga menyayangkan tidak dipilihnya Yunus Husein sebagai pimpinan baru KPK.

"Kalau dilihat dari catatan, rekam jejak, dia (Yunus) gak ada masalah. Dia juga punya prestasi yang berhubungan dengan pemberantasan tindak pidana korupsi," ungkap Tama.

Terkait hasil pilihan DPR ini, anggota Pansel KPK, Saldi Isra mengungkapkan kekecewaannya. Saldi merasa kecewa lantaran Pansel telah menyusun peringkat calon pimpinan KPK melalui perhitungan yang baik dengan memperhatikan integritas, kapabilitas, dan kredibilitas, namun semua itu dikalahkan dengan pertimbangan politik di DPR.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau