Pemilihan ketua ia itb

Hatta Puji "E-Voting" dalam Pemilihan Ketua IA ITB

Kompas.com - 03/12/2011, 17:01 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2007-2011 Hatta Radjasa turut menghadiri kongres sekaligus pemilihan Ketua IA ITB Periode 2011-2015. Menko Perekonomian RI ini menilai,  demokrasi kampus menjadi salah satu cerminan demokrasi yang luar biasa.

"Ada tiga hal yang tercermin dari kegiatan ini. Dari sisi demokrasi, kegiatan ini menjadi sebuah cerminan demokrasi kampus yang sudah berjalan sejak tahun 1976. Ini luar biasa. Tradisi ini harus bertahan," kata Hatta disela-sela acara, di Bandung, Sabtu (3/12/2011).

Hal lain yang dipuji Hatta adalah sistem pemilihan yang untutk pertama kalinya menggunakan sistem e-voting. Menurutnya, penggunaan teknologi pada pemilihan Ketua IA ITB menjadi sebuah pembelajaran dalam pemungutan yang menggunakan teknologi pemungutan suara yang bisa dipertanggungjawabkan, akurat dan sederhana.

"Sistem e-voting ini terkoneksi dengan suatu sistem intranet yang terhubung dengan TPS- nya," ujarnya.

Disinggung apakah sistem ini layak diterapkan pada pemilihan presiden, Hatta menegaskan, ia tidak mau menunjukkan sistem ini paling bagus untuk diterapkan pada pemilihan yang lebih besar.

"Saya tidak mau ge-er. Disini (sistem e-votting), ITB bisa memberi contoh aplikasi yang bisa mempermudah sebuah pengambilan suara," katanya.

Sebanyak lima kandidat calon akan bertarung pada pemilihan Ketua IA ITB periode 2011-2015. Kelima calon tersebut adalah, Amir Sambodo (Staf Khusus Menko Perekonomian), Hermanto Dardak (Wakil Menteri PU), Dasep Ahmadi (Enterpreneur), Nining Soesilo (Dosen UI), dan Sumaryanto (Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik di Kementrian BUMN).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau