14.000 Kepala Madrasah Studi Manajemen Pendidikan

Kompas.com - 04/12/2011, 22:52 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kementerian Agama mengirim sekitar 14.000 kepala madrasah dan pengawas di seluruh wilayah Indonesia untuk belajar manajemen pendidikan dengan menggandeng perguruan tinggi setempat.

"Itu memang program kami, tahun ini total 14.000 kepala madrasah dan pengawas dapat pelatihan," kata Kepala Seksi Pengawas Madrasah Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama R. Nurul Islam di Semarang, Minggu (4/12/2011).

Hal tersebut diungkapkannya usai membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepala Madrasah Jawa Tengah di Kampus II Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang.

Menurut dia, pelatihan kepala madrasah itu dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi setempat, untuk Jateng menggandeng Universitas Sains Alqur’an (Unsiq) Wonosobo dan IKIP PGRI Semarang.

Ia mengakui, kompetensi kepala madrasah di bidang agama memang tidak perlu diragukan, namun kompetensi di bidang manajerial pendidikan masih kurang, diiringi sarana dan prasarana madrasah yang mereka kelola.

Sekitar 82 persen madrasah di Indonesia, kata dia, berstatus swasta yang tentunya kelangsungan hidup dan pemenuhan sarana prasarana mereka bergantung kepada pendanaan masyarakat.

"Kebanyakan kepala madrasah ini bahkan belum pernah tersentuh pelatihan manajemen pendidikan semacam ini sama sekali. Karena itu, kami beri mereka pelatihan dengan menggandeng perguruan tinggi," katanya.

Rektor IKIP PGRI Semarang Muhdi menyatakan mendukung langkah Kemenag menggandeng perguruan tinggi untuk membantu peningkatan kompetensi para kepala madrasah dan pengawas di lingkup kementerian itu.

Ia mengakui, kondisi madrasah berbeda dengan sekolah umum, sebab banyak madrasah yang didirikan dengan prinsip "ikhlas beramal" dalam artian mereka harus berjuang keras untuk menyelenggarakan pendidikan.

"Sebagian besar madrasah memang swasta. Apalagi dengan prinsip ’ikhlas beramal’ itu. Mereka tentunya kesulitan meningkatkan kompetensi tenaga pendidiknya, termasuk kepala sekolah," katanya.

Selain pelatihan manajemen pendidikan, Muhdi menekankan pelatihan itu juga mencakup penanaman nasionalisme dan cinta tanah air kepada peserta didik yang menjadi tugas pendidik, di samping transfer ilmu.

Pelatihan yang berlangsung selama tujuh hari itu memberikan berbagai materi di antaranya pendidikan dan analisis dalam penelitian tindakan kelas (PTK) dan diikuti oleh sekitar 800 kepala madrasah di Jateng.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau