BANTUL, KOMPAS.com — Sembilan kepala keluarga di bantaran Sungai Code di Dusun Pandeyan, Desa Bangunharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, enggan direlokasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul Dwi Daryanto Minggu (4/12/2011) di Bantul, mengatakan, bantaran Sungai Code yang ditempati sembilan kepala keluarga (KK) rawan terkena luapan banjir lahar dingin Gunung Merapi.
"Memang benar kami telah menawarkan dua opsi agar mereka tidak tinggal di bantaran sungai. Namun, mereka menolak dan tetap memilih tinggal di sana (bantaran)," katanya, Minggu.
Menurut dia, dua opsi yang ditawarkan pemerintah adalah tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Jalan Parangtritis atau bertransmigrasi ke sejumlah daerah di Kalimantan.
"Karena warga di bantaran masih tetap di tempat, kita membangun penahan banjir lahar dingin di kawasan itu. Kami juga mengimbau mereka agar selalu waspada terhadap ancaman banjir lahar dingin," katanya.
Seorang warga bantaran sungai, Pargiman, mengatakan, dia bersama keluarga lebih memilih tetap bertahan untuk tinggal di bantaran Sungai Code karena masih menggantungkan hidup pada pekerjaan sebagai penambang pasir.
Dalam satu hari, dia mengaku bisa mengeruk pasir hingga seukuran bak mobil pikap yang dijual dengan harga Rp 50.000. "Kalau pindah nanti saya tidak bisa bekerja lagi, padahal saya mesti membiayai keluarga," katanya.
Ia mengatakan, pasir itu memang tidak langsung laku terjual setiap harinya karena dia harus antre menunggu giliran dengan tujuh penambang setempat lainnya.
"Sekolah anak saya juga dekat. Kalau pindah ke rusunawa, kebutuhan biaya hidup juga akan membengkak karena kan ada tambahan ongkos transportasi," katanya, yang sudah sejak 1993 tinggal di kawasan itu.
Menurut pengakuan warga, dalam satu bulan terakhir ini, luapan banjir lahar dingin di Sungai Code sudah tiga kali merendam halaman rumah setempat, meski tidak sampai masuk ke rumah warga.
Ia mengatakan, banjir paling parah terjadi pada Selasa (29/11/2011) ketika luapan air sungai setinggi pinggang orang dewasa. "Luapan pada Sabtu (3/12/2011) lalu juga deras, tetapi airnya tidak sampai masuk rumah," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang