Ini Pesan SBY untuk Pimpinan Baru KPK

Kompas.com - 05/12/2011, 11:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi 2011-2015 dapat melanjutkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Pimpinan lembaga antikorupsi yang baru, dikatakannya, telah dipilih melalui serangkaian proses yang rumit dan transparan.

"Mereka hendaknya memikul amanah yang sebetulnya secara jelas diharapkan, yaitu menghentikan korupsi. Atau, sekurang-kurangnya mengurangi ke tingkat yang lebih rendah," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/12/2011).

Presiden mengatakan, pemberantasan korupsi harus dilakukan di semua tingkatan penyelenggaraan negara, mulai dari eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Terkait rumor bahwa mantan calon pimpinan KPK Yunus Husein adalah titipan Presiden, Daniel membantahnya. Daniel mengatakan, rumor tersebut sebagai hal yang menggelikan. "Kenapa ada ketikdakcerdasan dalam menangkap fenomena yang saya sebut berulang kali sebagai fatamorgana? Orang melihat sesuatu yang sesungguhnya tidak ada," kata Daniel.

Menurut Daniel, Presiden, ketika mengangkat Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, tak pernah memberikan arahan apa pun. Faktanya, Pansel KPK bahkan memilih calon pimpinan KPK yang selama ini dikenal berseberangan dengan Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau