Pembunuhan

Pangudi Luhur Tolak Komentari Ancaman Pembunuhan

Kompas.com - 05/12/2011, 13:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Siswa SMA Pangudi Luhur (PL) yang menjadi saksi kasus pembunuhan Raafi Aga Winasya Benjamin (17) mendapatkan surat kaleng berisi ancaman pembunuhan. Surat itu dipos ke sekolah tanpa nama atau alamat pengirim.

Surat itu berisi tiga buah foto yang menunjukkan seorang siswa SMA Pangudi Luhur disertai alamat lengkapnya. Surat juga berisi sebuah puisi bernada ancaman yang berisi "Saksi yang Disimpan".

Terkait dengan adanya surat ancaman itu, Wakil Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur, Heri Prasetya enggan berkomentar. "Saya tidak ada akses ke sana. Tidak ada komentar dari pihak sekolah," kata Heri yang langsung menutup sambungan telepon pada Senin (5/12/2011) siang.

Adapun, isi puisi ancaman itu adalah sebagai berikut: Saksi yang disimpan seorang saksi sedang sekolah simpan maka dia harus ditemukan untuk mulutnya kita bungkam tanggal '10' esok sebagian siswa ditikam dengan usus terburai di lapangan akan berakhir di sebuah makam senasib seperti Raafi Bolpan sengsara hingga akhir zaman.

Tanggal '10' yang terdapat dalam puisi itu bertepatan dengan acara tahunan akbar "PL Fair". Di atas puisi ancaman itu, sang pengirim juga menampilkan foto seorang siswa SMA Pangudi Luhur yang merupakan teman Raafi dan menjadi saksi dalam kasus pembunuhan itu.

Siswa itu juga mengalami luka saat kericuhan terjadi dengan pengunjung Shy Rooftop, Kemang sebelum Raafi ditusuk hingga tewas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau