Perubahan ruta krl

Keterlambatan KRL Sulit Dihindari

Kompas.com - 05/12/2011, 16:47 WIB

DEPOK, KOMPAS.com- Kelambatan jadwal kereta rel listrik (KRL) komuter di banyak stasiun sulit dihindari. Di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi kelambatan saling terkait dengan banyak hal. Karena itu, meskipun sudah ada jadwal baru, kelambatan keberangkatan kereta tetap terjadi.

"Kelambatan pemberangkatan di Stasiun Depok terjadi 5-20 menit. Kelambatan pemberangkatan ini sulit dihindari karena terkait dengan perputaran kereta. Misalnya jika ada gangguan di Stasiun Manggarai, maka akan mempengaruhi keberangkatan di stasiun lain, termasuk di Depok," tutur Sudarno, petugas informasi Stasiun Depok, Senin (5/12/2011).

Dia mencontohkan KRL ekonomi dari Bogor tujuan Jakarta 847, mestinya tiba di stasiun Depok pukul 12.42, namun kereta baru tiba pukul 12.52. Terjadi kelambatan pemberangkatan 10 menit dari jadwal semestinya. "Kereta datang di sini sudah terlambat, berangkatnya juga menjadi terlambat," tutur Sudarno.

Hal yang sama disampaikan Kepala Stasiun Depok Dwi Purwanto. Menurut dia, kelambatan jadwal tetap terjadi setelah berlaku jadwal baru. Sebagian penumpang memaklumi kelambatan ini, namun juga tidak sedikit yang kecewa. "Persoalan ini sangat kompleks, saling terkait dengan faktor lain," tutur Dwi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau