Bbm

Kelangkaan Premium di Banda Aceh

Kompas.com - 06/12/2011, 00:06 WIB

 

BANDA ACEH, KOMPAS.com- Kelangkaan premium di Banda Aceh masih terus berlanjut. Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota ini. Panjang antrean kendaraan bermotor bahkan mencapai 200 meter.

Kelangkaan premium ini sebelumnya telah terjadi terjadi terlebih dahulu di wilayah pantai barat selatan Aceh, seperti Aceh Barat Daya, Meulaboh, hingga Calang.

Menurut Muchlis (40), petugas SPBU Lamyong, Banda Aceh, kelangkaan premium ini terjadi karena stok yang didapat SPBU terbatas dibanding hari-hari sebelumnya. Kami belum tahu pasti mengapa stoknya berkurang. "Tapi yang pasti ini terjadi merata di hampir semua SPBU di Banda Aceh," kata Muchlis.

Di SPBU Lamyong, antrean kendaraan bermotor sudah terjadi sejak pukul 06.00. Kendaraan roda empat berjejer hingga sepanjang 200 meter. Sebagian terpaksa mengantri premium hingga memenuhi separo badan Jalan Lam yong. Tak pelak, lalu lintas di jalan tersebut menjadi padat merayap.

"Walau harus antri berjam-jam, kami akan melakukannya karena kami tidak tahu sampai kapan premium ini normal kembali. Padahal, orang seperti saya harus beraktivitas tiap hari dengan kendaraan untuk pergi dan pulang ke tempat kerja," ujar Abdul Haris (36), karyawan bank swasta di Banda Aceh.

Kelangkaan itu menimbulkan kebingungan bagi para sopir angkutan kota di Banda Aceh. Mereka harus kehilangan waktu 1-2 jam untuk mengantre premium di SPBU sehingga banyak calon penumpang yang tak langsung terangkut.

"Kami pasti rugi kalau seperti ini. Semestinya 1-2 jam sudah pulang balik trayek, sekarang harus antre di SPBU," ujar Umar (41), sopir angkutan kota di Banda Aceh yang ditemui saat mengantre premium di SPBU Lamyong.

Pemandangan serupa juga terjadi di SPBU Kuta Alam, Jeulingke, Batoh, Simpang Jam, dan Lampeuneurut. Kondisi ini sudah terjadi sejak Minggu (4/12) sore.

Sejumlah SPBU terpaksa menghentikan layanan pengisian premium pada sore hari karena terbatasnya stok. Akibatnya, puluhan pengedara roda empat dan dua yang telanjur antre, mengaku kecewa.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau