Empat Calon Berebut Dua Posisi Deputi Gubernur BI

Kompas.com - 06/12/2011, 07:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi XI DPR mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan para calon deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dua jabatan Deputi Gubernur BI tengah diperebutkan, yakni Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat (BPR), serta Deputi Gubernur BI bidang Pengaturan dan Penelitian Perbankan.

Kemarin (5/12), Komisi XI DPR mulai menggelar fit and proper test dua kandidat Deputi Gubernur BI bidang Sistem Pembayaran dan Pengawasan BPR, yakni Perry Warjiyo, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter; serta Ronald Waas yang kini menjabat Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI. Jabatan ini sebelumnya ditempati mendiang Budi Rochadi.

Hari ini (6/12/2011), Komisi XI DPR giliran memulai proses fit and proper test dua kandidat Deputi Gubernur BI bidang Pengaturan dan Penelitian Perbankan yang kini dijabat Muliaman Hadad, dan habis masa jabatannya bulan ini. Muliaman tercatat jadi salah satu kandidat dan berniat memperpanjang masa jabatannya untuk kedua kalinya. Dia harus bersaing dengan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.

Sejauh ini, kans Ronald dan Perry boleh dibilang masih imbang. Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, bilang, BI perlu pemimpin yang berani mengeluarkan kebijakan tegas soal permodalan asing. "Ronald berjanji berani mengeluarkan pendapat berbeda di rapat BI bila kebijakan yang dikeluarkan cenderung menguntungkan pihak asing," katanya, Senin (5/12/2011).

Menurutnya, BI ke depan harus berani mengeluarkan kebijakan yang melindungi perbankan nasional. Caranya, dengan melakukan pembatasan modal asing di perbankan. "Itu jadi catatan kami, kalau dia tidak mampu harus berani mundur," tandas Maruarar.

Alasan itu pula yang menjadi pertimbangan Sabar Subagyo, anggota Komisi XI DPR asal Fraksi Partai Gerindra menjatuhkan pilihan ke Ronald. Cuma Sabar bilang, ini memang masih belum menjadi keputusan resmi fraksinya. "Saya akan memperjuangkan agar fraksi kami mendukungnya," kata dia.

Achsanul Qosasi, Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat menilai, Ronald dan Perry sama-sama unggul. Namun Achsanul lebih condong menjatuhkan pilihan ke Perry. Sebab, Perry lebih berpengalaman di kebijakan moneter.

Wakil Ketua Komisi XI asal Fraksi Partai Golkar, Harry Azhar Aziz menegaskan kriteria yang wajib dipenuhi Deputi Gubernur BI adalah mampu mendukung peralihan fungsi pengawasan dari bank sentral ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mulai efektif beroperasi awal 2013 nanti. (Muhammad Yazid, Astri Karina Bangun/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau