Menggosip Bisa Meredakan Stres

Kompas.com - 06/12/2011, 10:15 WIB

KOMPAS.com — Tak perlu merasa bersalah ketika Anda kedapatan sedang menggosip. Gosip bukan hanya dilakukan kaum perempuan karena kaum pria pun senang menggosip. Selain itu, menggosip—asalkan tidak berlebihan—bisa mengurangi stres dan kegelisahan, lho!

Menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh sebuah perusahaan kosmetik, sesi menggosip bisa meningkatkan kesejahteraan kita dan meningkatkan ikatan sosial. Survei dari perusahaan tersebut mendapati bahwa perempuan adalah penggosip terbesar (85 persen), dan satu dari 10 perempuan mengaku bahwa sulit bagi mereka untuk menjaga rahasia.

"Menggosip meningkatkan kadar hormon positif seperti serotonin sehingga mengurangi stres dan kegelisahan," ujar psikolog Dr Colin Gill. Ketika bergosip, kita menunjukkan minat pada apa yang dikatakan orang lain, dan begitu pula sebaliknya. Ikatan ini membuat kita merasa lebih bahagia dan melepaskan senyawa kimia yang memberi rasa senang.

Sesi bergosip juga menjadi penting, tambah Dr Gill, karena kita juga bertukar informasi mengenai orang-orang di sekitar kita. "Menggosip menjadi cara yang baik untuk mengetahui perilaku apa yang diterima secara sosial di dalam kelompok. Jika seseorang menaikkan alis ketika ia memberitahukan Anda sesuatu tentang orang lain, Anda menyesuaikan diri dengan mengubah perilaku Anda," kata Dr Gill.

Namun, gosip memang tak selalu berkaitan dengan hal-hal negatif. Ketika kita sedang membicarakan perilaku orang, hal ini akan melindungi kita dari orang yang suka menipu atau berbohong, demikian menurut para peneliti dari Harvard University. Artinya, kita jadi peka terhadap perilaku orang yang punya niat kurang baik.

Sementara penelitian dari British Psychological Society juga mengungkapkan bahwa bergosip akan baik ketika diikuti dengan semangat kepedulian. Misalnya, saat bertukar kabar, kita mengetahui ada teman yang sakit atau mengalami kesusahan. Dengan semangat kepedulian, kita bisa mengoordinasi sumbangan atau bantuan untuk teman yang terkena musibah ini. Betul, enggak?

Pendek kata, bergosip itu sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Menurut Dr Gill, 99 persen yang dibicarakan orang adalah mengenai orang lain. Itulah salah satu hal yang membuat kita sukses. "Tanpa gosip, kita bisa mati," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau