Pembunuhan

Polisi Selidiki Asal-usul Pelat Lemhannas

Kompas.com - 06/12/2011, 11:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seusai menusuk Raafi Aga Winasya Benjamin (17), Febriawan (37) diduga langsung melarikan diri menggunakan mobi Ford Everest berpelat nomor kedinasan Lembaga Ketahanan Nasional atau Lemhannas. Pelat nomor Lemhannas yang digunakan yakni 5234-12.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar, Febriawan hanyalah warga sipil dan bukan berasal dari instansi Lemhannas. "Dia (F) adalah warga sipil, bukan berasal dari sebuah instansi," ungkap Baharudin, Selasa (6/12/2011), di Mapolda Metro Jaya.

Dia mengatakan, hingga kini pihak kepolisian masih mencari asal-muasal pelat nomor itu. Komunikasi antara aparat kepolisian dan Lemhannas saat ini mulai dilakukan.

"Sekarang masih mengomunikasikan dengan Lemhannas, kami harus mengetahui mekanismenya seperti apa dan kenapa bisa F menggunakan pelat itu, " ujar Baharudin.

Seperti diberitakan, Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan tujuh orang tersangka kasus pembunuhan siswa SMA Pangudi Luhur (PL), Raafi Aga Winasya Benjamin (17). Tujuh pelaku itu yakni Hc (24), Tg (27), Fj (25), R (27), AA, dan C. Sebagai pelaku utama, F dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 170 KUHP Ayat (1) tentang bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan terhadap orang, dan Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang.

F terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. Sementara Tg, Hc, AA, Fj, dan C dijerat dengan Pasal 170 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351 Ayat (3) KUHP dan atau Pasal 55 Ayat (1) KUHP. Kelima tersangka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. Tetapi, C masih belum ditahan aparat kepolisian. C yang yang merupakan istri F ini masih menjalani pemeriksaan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau