Polri: Tak Benar Ada Intervensi Politik Kekuasaan

Kompas.com - 06/12/2011, 22:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mengungkapkan Kepolisian RI hingga saat ini dinilai masih menjadi alat politik kekuasaan. Berbagai kasus yang tak kunjung usai seperti rekening gendut Polri, surat palsu MK, pelarian buronan Nunun Nurbaeti, adalah bentuk kompromi politik antara insitusi penegak hukum tersebut dengan kekuasaan.

Menanggapi hal itu Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution mengungkapkan pihaknya telah bekerja sesuai dengan Undang-Undang dalam penegakan hukum. "Saya tidak akan menanggapi pernyataan itu. Yang pasti kami dalam melaksanakan penegakan hukum berdasarkan UU yang berlaku. Kita tidak tersandera oleh kekuatan apa pun, kita independen dan profesional," ujar Saud saat dihubungi di Jakarta, Selasa (6/12/2011).

"Tidak benar jika dikatakan demikian,"sambung Saud.

Ia menyatakan, jika ada kasus yang belum terselesaikan saat ini, hal tersebut karena polisi masih kekurangan alat bukti. Polisi, kata dia tidak berada dalam intervensi siapa pun ketika menangani berbagai kasus. "Kasus akan kita ajukan bila sudah cukup alat bukti. Tidak berdasarkan kemauan atau intervensi pihak mana pun. Jika semua sudah lengkap akan dilimpahkan ke kejaksaan," tutur Saud.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, menurut Mahfud, ada kekuataan politik tertentu yang memainkan Polri, sehingga insitusi penegak hukum tersebut tersebut tidak dapat mengelak dari kekuatan itu. Ia juga menyebut ada invisible hand yang bergerak mengancam Polri ketika ada kasus besar yang sedang atau akan ditangani Polri.

Namun, Mahfud juga menyatakan Polri tidak dapat terus disalahkan dalam persoalan tersebut. Ia menilai, seharusnya yang diperbaiki adalah sistem politik di Indonesia yang saat ini dipenuhi tangan-tangan kotor yang merusak struktur negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau