Pemberantasan korupsi

Pemerintah "GR" Soal Kenaikan Skor Indeks Persepsi Korupsi

Kompas.com - 06/12/2011, 22:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai "GR" alias merasa gede rasa, dengan kenaikan skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada tahun 2011 yang hanya sebesar 0,2.

Sebelumnya pemerintah melalui Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana, memuji pemberantasan korupsi di Indonesia karena sepanjang tahun 2004-2011, IPK Indonesia meningkat satu poin.

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Teten Masduki, di Jakarta, Selasa (6/12/2011) malam, mengatakan, Transparency International (TI) yang memiliki metodologi dalam menentukan IPK saja menilai peningkatan skor IPK Indonesia tak signifikan.

"GR. Kenaikan 0,2 itu tidak signifikan, tidak mengangkat Indonesia dari kelompok negara terkorup," kata Teten, menanggapi pernyataan Denny yang memuji pemberantasan korupsi di Indonesia.

Menurut Teten, TI melihat tak ada perubahan signifikan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Metode pengukuran IPK yang digunakan TI, mensyaratkan kriteria yang dapat menunjukkan indikasi perubahan persepsi korupsi antartahun dari 2010 ke 2011 adalah perubahan skor minimal 0,3. Padahal perubahan skor IPK Indonesia dari tahun 2010 ke 2011 hanya 0,2.

"Perubahan skor 0,2 antara tahun 2010 dan 2011 tidak berarti apa-apa secara metodologi, alias pemberantasan korupsi di Indonesia jalan di tempat," kata Teten.

Sementara Denny mengukur kenaikan skor dari tahun 2004-2011, yang bukan standar metodologi TI. Denny mengatakan, kenaikan itu berarti sesuatu bagi pemerintah. "Jadi, kenaikan itu something. Kalau menurut Syahrini, sesuatu banget," kata Denny.

Padahal menurut Teten, kenaikan skor 0,2 dari kaca mata TI justru lebih besar karena kontribusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Teten mengatakan, wajah penegakan hukum di sisi pemerintah yakni melalui kepolisian dan kejaksaan malah masih buruk.

"Enggak ada upaya pemerintah untuk memperbaiki keadaan ini," kata Teten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau