Partai politik

Aburizal: Banyak Pejabat Kini Takut dengan KPK

Kompas.com - 07/12/2011, 04:34 WIB

WASHINGTON, KOMPAS - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengakui, selama ini sepak terjang Komisi Pemberantasan Korupsi berdampak luas. Di daerah dan di pusat kini banyak pejabat takut mengambil kebijakan karena khawatir ditangkap KPK.

”Bahkan, banyak pula yang takut menjadi kepala proyek karena takut ditangkap,” kata Aburizal di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (6/12), seperti dilaporkan wartawan Kompas Adhi R Kusumaputra. Walaupun demikian, Aburizal mengakui, saat ini masih banyak persoalan hukum yang belum tertangani.

Aburizal menaruh harapan kepada pimpinan KPK yang baru meskipun ia mengakui belum pernah bertemu dengan Abraham Samad, Ketua KPK terpilih. ”Saya dengar orangnya muda dan aktivis antikorupsi,” katanya. Ia pun secara khusus meminta pimpinan KPK yang baru memprioritaskan penuntasan perkara pemberian dana talangan senilai Rp 6,7 triliun ke Bank Century.

”Dengan pergantian pimpinan KPK dan terpilihnya Ketua KPK yang baru, Partai Golkar berharap kasus Bank Century dituntaskan. Apakah benar atau salah, KPK harus menggarapnya sampai selesai,” katanya.

Sampai 2014

Secara terpisah, saat berbicara di depan sejumlah warga Indonesia di Wisma Indonesia, Washington, Aburizal juga memastikan, Golkar mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tetap dipertahankan hingga 2014. Indonesia harus membiasakan diri mempertahankan pemerintahan hingga akhir waktunya.

Mengenai pencalonan dirinya sebagai presiden, Aburizal mengakui belum memutuskannya. Dia belum mendapatkan jawaban dari istri dan ibunya.

Pengamat politik Rizal M Mallarangeng mengakui, saat ini masih terlalu awal membahas calon presiden meski tren Golkar dan dukungan kepada Aburizal terus naik. ”Indonesia butuh penyegaran? Masa pilihannya itu-itu saja,” katanya.

Rizal menambahkan, peluang Aburizal di Pemilu 2014 relatif bagus, tetapi tergantung dinamika politik di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau