Kriminalitas

Kepala Kantor Pos Dirampok dan Dibunuh

Kompas.com - 07/12/2011, 04:46 WIB

Tangerang, kompas - Sebanyak sembilan pukulan benda keras membekas di kepala bagian belakang hingga otak Kepala Kantor Pos Cabang Cipondoh, Kota Tangerang, Dadang Rahmat Sutanto (40).

Pukulan benda keras yang diduga besi stempel pos digunakan perampok untuk melumpuhkan korban saat menjarah kantor yang berada di pinggir Jalan Hasyim Ashari, depan Situ Cipondoh, Senin (6/12) malam. Perampok mengincar uang senilai Rp 200 juta setoran warga atas berbagai transaksi perbankan melalui jaringan internet melalui kantor tersebut.

”Menurut dokter, di bagian kepala belakang hingga otak Dadang ada bekas pukulan benda tumpul keras. Satu pukulan saja bisa memuat korban pingsan, apalagi sampai sembilan, enggak ada harapan hidup lagi,” kata Tati (50), kakak korban di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang, Selasa (6/12).

Dadang ditemukan tewas oleh Irwansyah yang kebetulan tinggal dan menjaga kantor cabang Cipondoh. Begitu tiba sekitar pukul 19.00, Irwansyah terkejut mendapatkan pintu dalam kondisi tertutup, tetapi tidak dikunci. Kondisi kantor porak-poranda akibat diacak-acak orang. Irwansyah melihat temannya sudah tewas dan tergeletak di kolong meja kasir dengan kaki dan tangan terikat. Kepala korban ditutupi dan dililit kain.

Kepala Polrestro Tangerang Kota Komisaris Besar Wahyu Widada mengatakan, kejadian perampokan disertai penghilangan nyawa kepada korban diperkirakan terjadi pukul 17.00 hingga 19.00 setelah korban sendirian di ruangan.

”Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku,” kata Wahyu.

Kantor pos tersebut tidak memiliki petugas keamanan dan kamera pengintai. (PIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau