Tangerang, kompas -
Pukulan benda keras yang diduga besi stempel pos digunakan perampok untuk melumpuhkan korban saat menjarah kantor yang berada di pinggir Jalan Hasyim Ashari, depan Situ Cipondoh, Senin (6/12) malam. Perampok mengincar uang senilai Rp 200 juta setoran warga atas berbagai transaksi perbankan melalui jaringan internet melalui kantor tersebut.
”Menurut dokter, di bagian kepala belakang hingga otak Dadang ada bekas pukulan benda tumpul keras. Satu pukulan saja bisa memuat korban pingsan, apalagi sampai sembilan, enggak ada harapan hidup lagi,” kata Tati (50), kakak korban di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang, Selasa (6/12).
Dadang ditemukan tewas oleh Irwansyah yang kebetulan tinggal dan menjaga kantor cabang Cipondoh. Begitu tiba sekitar pukul 19.00, Irwansyah terkejut mendapatkan pintu dalam kondisi tertutup, tetapi tidak dikunci. Kondisi kantor porak-poranda akibat diacak-acak orang. Irwansyah melihat temannya sudah tewas dan tergeletak di kolong meja kasir dengan kaki dan tangan terikat. Kepala korban ditutupi dan dililit kain.
Kepala Polrestro Tangerang Kota Komisaris Besar Wahyu Widada mengatakan, kejadian perampokan disertai penghilangan nyawa kepada korban diperkirakan terjadi pukul 17.00 hingga 19.00 setelah korban sendirian di ruangan.
”Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar pelaku,” kata Wahyu.
Kantor pos tersebut tidak memiliki petugas keamanan dan kamera pengintai.