Robert Tantular Alirkan Rp 25 Miliar ke Yayasan Fatmawati

Kompas.com - 07/12/2011, 12:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, pemilik Bank Century Robert Tantular mengalirkan uang senilai Rp 25 miliar kepada Yayasan Fatmawati dan seseorang. Hal itu diketahui berdasarkan laporan dari pihak Yayasan.

Sutarman menjelaskan, ia menerima laporan dari pihak yayasan dua hari lalu. Pengakuan yayasan, kata Sutarman, uang Rp 25 miliar itu diberikan dalam tiga tahap, yakni Rp 2 miliar, Rp 8 miliar, dan Rp 15 miliar untuk kepentingan yayasan.

Namun, Sutarman tak ingat waktu ketiga transaksi itu. "Rp 20 miliar masuk ke yayasan, Rp 5 miliar masuk ke seseorang. Saya tak akan sebut dulu siapa," kata Sutarman di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Rabu (6/12/2011).

Dikatakan Sutarman, pihaknya akan menindaklanjuti laporan itu. Pihaknya akan menyelidiki dan memeriksa Robert apakah uang itu berasal dari dana bail out Bank Century. Jika berasal dari Bank Century, akan ditingkatkan ke penyidikan.

"Kalau uang dari Century akan kita lakukan penyitaan," pungkas Sutarman.

Seperti diberitakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tengah merampungkan audit forensik terhadap aliran dana Bank Century. Hasil audit itu akan diserahkan ke Tim Pengawas kasus Bank Century pada 23 Desember 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau