Presiden Pakistan Kena Serangan Jantung

Kompas.com - 07/12/2011, 15:30 WIB

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengalami "serangan jantung ringan" dan menjalani operasi di Dubai. Kondisinya dilaporkan baik dan akan kembali ke tanah air pada Kamis (8/12/2011), ungkap salah seorang menteri, Rabu (6/12/2011).

Menteri urusan hak asasi manusia Mustafa Khokhar mengatakan Zardari tidak mempertimbangkan pengunduran diri seperti yang diberitakan media selama ini.

"Dia mengalami serangan jantung ringan pada Selasa (6/12/2011). Dia pergi ke Dubai untuk menjalani angioplasti. Saat ini kesehatannya baik dan akan pulang besok. Tidak ada omongan soal pengunduran diri," kata Khokhar, Rabu (7/12/2011).

Yang dikatakan Khokhar itu berbeda dengan pernyataan juru bicara kepresidenan Farhatullah Babar. Menurut Babar, Zardari berada di rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan.

Media pemerintah melaporkan bahwa Zardari didampingi sejumlah dokter dan staf pribadinya. Disebutkan pula bahwa yang dilakukan adalah tes rutin, terkait dengan "kondisi kardiovaskular yang didiagnosa sebelumnya".

Zardari mengalami sejumlah tekanan akibat skandal soal memo yang berakibat pada pengunduran diri duta besar Pakistan untuk Amerika Serikat. Pada Minggu (4/12/2011), Zardari mengumumkan bahwa dia akan menghadiri sidang parlemen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau