Inilah Wajah Antartika Bila Telanjang

Kompas.com - 07/12/2011, 21:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com - 98 persen wilayah Antartika ditutupi oleh es dengan 1 persen saja yang "menyembul" bak gunung kecil. Akibatnya, manusia tak pernah tahu wajah Antartika yang sebenarnya.

Ilmuwan yang tergabung di British Antartic Survey (BAS) lewat BEDMAP Project berupaya menelanjangi Antartika dengan bantuan radar pesawat dan GPS sejak tahun 1980an.

Gelombang radar yang digunakan akan menembus lapisan es dan memantul ke pesawat sehingga ketinggian permukaan batuan di Antartika bisa diketahui. GPS memastikan ketepatan lokasi yang disurvei.

Hasil observasi menunjukkan bahwa antartika memiliki topografi yang beragam. Terdapat pula pegunungan setinggi pegunungan Alpen, mencapai 3000 meter di atas permukaan laut.

Dalam citra yang dihasilkan seperti gambar di atas, Antartika tampak berwarna. Daerah yang tinggi berwarna merah sementara daerah yang terendah berwarna biru tua. Wilayah biru muda adalah landasan kontinen.

Citra yang dihasilkan dalam proyek ini adalah peta topografi pertama Antartika. Dalam citra itu, Antartika yang berwarna putih tampak sebagai benua pelangi.

Meski mungkin topografi Antartika tampak cantik tanpa "topeng" es, namun membiarkan benua itu tak boleh telanjang. Jika es mencair dan Antartika telanjang, bencana besar akan terjadi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau