Fasilitas pendidikan

105 Gedung Sekolah di Jakbar Rusak

Kompas.com - 08/12/2011, 05:03 WIB

jakarta, kompas - Sebanyak 105 gedung SD dan SMP di Jakarta Barat saat ini rusak dan perlu perbaikan. Sebagian besar kerusakan terjadi pada atap, plafon, dan kerangka plafon gedung.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Barat (Jakbar) Dian Hardian, Rabu (7/12), mengatakan, sebanyak 60 gedung sekolah akan dibenahi tahun 2012.

”Kami sudah mengusulkan perbaikan untuk 60 sekolah terlebih dulu dengan skala prioritas. Sisanya akan kami usulkan untuk perbaikan pada tahun berikutnya,” katanya.

Anggaran renovasi diperkirakan Rp 900 juta hingga Rp 1,5 miliar untuk tiap sekolah. Saat ini proyek renovasi sekolah masih menunggu verifikasi dan finalisasi di Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pada Senin malam, plafon ruang kelas III SD Negeri Kelapa Dua 03 Pagi runtuh. Gedung sekolah yang berdiri tahun 1977 itu baru selesai direnovasi pada Desember 2010 dan mulai digunakan pada Januari 2011. Bangunan juga terlihat masih baru dan bersih. Biaya renovasi mencapai Rp 1,2 miliar.

Plafon yang runtuh mengganggu kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Para siswa pun terpaksa belajar dan mengerjakan ujian akhir semester di mushala.

Kemarin, plafon yang baru sudah terpasang lagi dan sedang dalam pengecatan. ”Mudah-mudahan besok semua bisa selesai dan ruangan bisa kembali dipakai belajar,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Barat Delly Indirayati.

Dia mengatakan, plafon runtuh akibat baut tidak terpasang dengan benar pada rangka baja. Bahkan, beberapa baut sudah jatuh sebelumnya.

Beban plafon berbahan gipsum itu terlalu berat sehingga runtuh. Diharapkan insiden tersebut menjadi pelajaran bagi pemborong yang merenovasi gedung sekolah di masa mendatang.

Lingkungan ditata

Tak hanya gedung sekolah rusak yang diperbaiki, lingkungan sekitar sekolah juga akan ditata. Ada beberapa gedung sekolah di Jakbar yang lingkungan sekitarnya perlu ditata karena tidak nyaman bagi kegiatan belajar-mengajar, misalnya di dekat tempat pembuangan sampah.

”Ada juga gedung sekolah yang perlu dipindahkan karena lokasinya sudah tidak memadai. Hal itu misalnya sekolah yang ada di dekat pasar seperti SMP Negeri 63 yang satu lokasi dengan SMA Negeri 19,” ujar Delly.

Sejumlah kasus atap atau plafon gedung sekolah yang runtuh terjadi di Jakarta dalam satu tahun terakhir. Belasan siswa dan warga di sekitar gedung terluka tertimpa reruntuhan atap dan plafon. Kegiatan belajar-mengajar siswa pun terganggu. (fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau