JAKARTA, KOMPAS.com- Bank sentral Uni Eropa atau European Central Bank diperkirakan akan mengumumkan tambahan stimulus baru di sisi moneter. Pasar Asia, termasuk rupiah, kemungkinan akan bergerak positif merespon berita itu.
Ekonom Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih, menyatakan, stimulus baru itu di antaranya dengan melonggarkan kriteria kolateral, sehingga institusi mempunyai lebih banyak kemudahan mendapatkan dana murah dari ECB, dan menyediakan fasilitas pinjaman jangka yang lebih panjang untuk mendorong penyaluran kredit ke perekonomian.
Selain itu, ECB juga kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuannya yang saaat ini sebesar 1.25 persen menjadi 1 persen, sedangkan inflasi di UE tercatat 2 persen. Stimulus ECB ini kemungkinan ak an diumumkan pada pertemuan bulanan yang dijadwalkan 8 Desember esok waktu setempat.
"Kelonggaran kredit ini diperlukan karena likuiditas di UE semakin ketat seiring dengan memburuknya persepsi risiko atas krisis utang di UE ini," kata Lana di Jakarta, Kamis (8/12/2011).
Mata uang Asia kemarin sebagian besar menguat termasuk rupiah (IDR) yang ditutup menguat di Rp 9.002 (kurs tengah Bloomberg). Hal yang sama juga terjadi di bursa Asia, sebagian besar bursa Asia menguat termasuk Indonesia (IHSG).
IHSG ditutup naik 1,08 persen menjadi 3.793,24. Prediksi hari ini rupiah berpotensi menguat ke Rp.8.980 s.d Rp.9.000 per dollar AS. Pasar AS ditutup naik sedangkan pasar Eropa ditutup turun pada perdagangan kemarin.
Pasar Asia kemungkinan akan bergerak positif merespon kemungkinan ECB atas rencana menambah stimulus.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang